Suaraselaparang.com – Harga beras di pasar tradisional terus merangkak naik. Meski begitu stok beras di Lombok Timur relatif aman setidaknya untuk dua minggu ke depan, bahkan hingga beberapa bulan ke depan.
Dinas Pertanian (Dispertan) Lombok Timur sendiri beberapa minggu yang lalu mencatat pasca Gernas dan Gertam dengan lahan 4 ribu hektar menghasilkan 25 ribu ton lebih gabah kering, yang artinya masih sangat memadai, apalagi ditambah dengan sebentar lagi panen raya.
Sehingga angka tersebut masih bisa bertambah jika dikalkulasikan dengan gabah yang di simpan sendiri oleh petani.
Di Satu sisi, Pemerintah Lombok Timur melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mengupayakan kestabilan harga di tengah ancaman el nino yang saat ini terjadi secara global.
Salah satunya Melalui Bantuan Pangan Nasional (BAPANAS) yang menyasar ratusan penerima manfaat berdasarkan Data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim), sebesar 10 kg/bulan selama 6 bulan.
“Jadi untuk tahap kedua sudah terdistribusi, ditambah dengan pasar murah yang terus digalakkan”.Jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan drh. Achsan Nasirul Huda kepada Suaraselaparang.com jum,at (15/03/2024).
Manfaatkan Lahan Pekarangan
Sementara lanjut Achsan, upaya lain untuk menjaga stabilitas harga dengan gencar melakukan Operasi Pasar yang di laksanakan di 36 titik pada 21 Kecamatan yang bekerjasama dengan Bulog, dan menjamin Harga sesuai Eceran Tertinggi.
“Tak hanya lewat BAPANAS, operasi pasar rutin juga terus digencarkan semata-mata untuk memastikan kestabilan harga ditengah masyarakat,” ujarnya.
Dinas Ketahanan Pangan sendiri sejauh ini telah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai wadah pertanian. Untuk memenuhi konsumsi pangan seperti sayur-sayuran, yang bertujuan mengurangi kos rumah tangga.
“Sejauh ini juga di beberapa kesempatan Dinas Ketahanan Pangan terus mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai wadah pertanian,” papar Achsan.
Lebih Jauh Achsan menyampaikan. Masyarakat khususnya di Lombok Timur, agar tidak merasa resah dengan isu El-nino yang saat ini menyita perhatian banyak orang. Serta tidak resah dengan ketersediaan beras.
“Masyarakat tidak perlu risau, karena bisa di pastikan peredaran beras di Masyarakat cukup memadai, kendati harga belum stabil,” imbuhnya.
Untuk diketahui tingkat konsumsi Beras masyarakat Indonesia dengan angkak 121 kg pertahun yang artinya 71 gram perhari tertinggi di Asia. Sedangkan Thailand sendiri sebagai Negara produksi Beras hanya 70 kg perkapita.
Tingkat konsumsi beras Lotim sendiri Tahun 2023 naik menjadi 131 Kg perkapita Kapita perTahun.yang semula hanya 121kg/kapita tahun 2022.






