BerandaBERITA UTAMALombok Timur Urutan Ke-6 Progres Vaksinasi Di NTB.

Lombok Timur Urutan Ke-6 Progres Vaksinasi Di NTB.

Lombok Timur Urutan Ke-6 Progres Vaksinasi Di NTB.

Lombok Timur | suaraselaparang.co.id – Peringkat progres vaksinasi Lombok Tengah menjadi yang paling terbelakang di pulau Lombok, sementara di pulau Sumbawa Kabupaten Bima adalah yang terakhir. Lombok Timur sendiri berada di posisi ke enam di provinsi NTB dengan laju rata-rata harian 47%. Target harian vaksinasi untuk Lombok Timur 17.489 sementara capaian vaksinasi mulai 3-12 Desember 82.627.

Hal tersebut terungkap pada rapat analisa dan evaluasi vaksinasi covid-19 di provinsi NTB yang berlangsung Senin (13/12) secara virtual. Rapat yang dipimpin Kapolda NTB Irjen. Pol. Mohammad Iqbal tersebut diikuti Kepala Daerah dan Forkopimda se-NTB termasuk Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy bersama jajaran Forkopimda Lombok Timur.

Kapolda menegaskan agar seluruh kabupaten/kota dapat mencapai 80% untuk dosis I dan 50% untuk dosis II maksimal pada 30 Desember mendatang. Ia menekankan pentingnya percepatan agar provinsi NTB yang saat ini berada di posisi ke-7 secara nasional untuk capaian vaksinasi tidak terkoreksi, utamanya untuk capaian vaksinasi lansia dan remaja. Lebih penting lagi untuk menjamin keselamatan masyarakat.

Capaian vaksinasi lansia Lombok Timur sampai dengan 13 Desember dosis I sudah mencapai 58,75%, sedangkan dosis ke-2 di posisi 32,02%. Sementara itu untuk remaja ada di posisi 79,17% dosis I, dan 51,15% dosis ke-2. Target vaksinasi Lansia Lombok Timur 86.938 dan remaja 134.046.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya perencanaan, terutama untuk vaksinasi remaja dan anak yang akan segera dimulai.

Terkait hal itu Asisten Administrasi dan Umum provinsi NTB Nurhandini Eka Dewi menyampaikan fokus percepatan vaksinasi untuk anak sekolah akan lebih mudah dengan dialihkannya libur semester sampai tahun 2022 mendatang. Akan tetapi ia mengingatkan adanya pemberian booster vaksin TT dan campak pada Desember ini. Ia meminta minggu ini data sudah rampung dan dalam dua minggu ke depan dapat dimanfaatkan untuk mengejar target.

Ia juga mengingatkan persiapan mengantisipasi puncak ke tiga dan varian omicron seperti surveilans di pintu masuk negara secara ketat, utamanya bagi WNA dari negara terkonfirmasi, meningkatkan kemampuan laboratorium, tracing, testing, dan treatment seperti halnya pada varian delta.  

Secara umum persiapan tersebut dapat dilihat dari keberadaan 42 rumah sakit, 172 Puskesmas, 864 titik isolasi terpadu, 2.089 tempat tidur ruang isolasi, 12 laboratorium PCR termasuk ketersediaan SDM seperti dokter, dokter spesialis, hingga dokter.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular