Lombok Timur – Yayasan Ar-Rahman yang berlokasi di Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur menyebut tidak ada pemotongan secara sepihak Bantuan Sosial (Bansos) dari program Atensi Yapi (Yatim Piatu) Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Ar-Rahman, Herni Yuliati, pada saat mengadakan klarifikasi (23/11) bersama pengurus yayasan dan wali yatim piatu bertempat di Sekretariat Yayasan Ar-Rahman, Kp Kedatu, Desa Masbagik Selatan.
Ia mengatakan tidak ada pemotongan sepihak dikarenakan Bansos senilai Rp600 ribu itu, sebelumnya telah disepakati oleh seluruh wali yatim piatu untuk menyisihkan sama-sama Rp250 ribu, untuk dibagikan kepada yatim piatu yang tidak tervalidasi oleh Kemensos RI.
“Dari proses pendataan kami berhasil menginput 250 anak yatim yang telah kami wawancara dan survei ke rumahnya, namun yang keluar namanya dari pusat itu ada 72 anak yatim, untuk itulah sisanya yang 178 itu kita sisihkan untuk mereka yang tidak dapat,” ungkap Yuli. (24/11/2023)
Selanjutnya, Dia juga memaparkan total Bansos pada pencairan tahap pertama senilai Rp43,2 juta dari 72 anak yatim yang masing-masing mendapatkan Rp600 ribu. Kemudian, terdapat anak yatim yang tidak dapat sebanyak 178 orang.
Maka dari itulah, kaya Yuli, pihaknya bersepakat bersama wali yatim agar menyisihkan Rp250 ribu per masing-masing 72 anak yatim yang dapat, agar 178 anak yatim yang tidak dapat juga bisa merasakan Bansos walapun hanya diberikan masing-masing Rp100 ribu.
Adapun kesepakatan yang dibuat oleh Yayasan Ar-Rahman dengan wali anak yatim dibuat secara kolektif pada surat pernyataan bernomor /YSN.MSBG/XI/2023.
“178 anak yatim yang tidak dapat ini kemudian kami berikan sama-sama Rp100 ribu, dengan total jumlah penyisihan Rp17,8 juta. Maka jika dikalukulasikan Rp17,8 juta ditambah dengan Rp25,2 juta maka akan dihasilkan Rp43 juta dan sisanya yang Rp200 ribu kita masih simpan,” jelasnya dengan detail.
Secara rinci, Dia juga menjelaskan, 72 anak yatim mendapatkan amplop senilai Rp200 ribu, kemudian paket sembako seharga Rp150 ribu yang isinya beras premium 5kg, gula pasir 1kg, indomilk satu renceng, energen satu renceng, kopi jahe satu renceng, mie instan 6 biji dan minyak 1L.
Maka total 72 anak yatim yang tervalidasi oleh pusat mendapatkan masing-masing Rp350 ribu, ditambah dengan penyisihan senilai Rp250 ribu maka totalnya menjadi Rp600 ribu.
Terakhir, Ia mengungkapkan alasan dari kenapa memberikan paket sembako kepada anak yatim karena menurutnya sesuai dengan pedoman Atensi Yapi yang mengharuskan kebutuhan gizi anak-anak harus terpenuhi, itulah sebabnya Ia memberikan paket sembako kepada 72 anak yatim tersebut. (fgr)


