BerandaBERITA UTAMAAda Kewajiban Beli Buku Paket dan Soal Ujian Diduga oleh Oknum, Pihak...

Ada Kewajiban Beli Buku Paket dan Soal Ujian Diduga oleh Oknum, Pihak Sekolah Mengeluh

Beli Buku

Suaraselaparang.Com – Lombok Timur. Sejumlah pihak sekolah di Lombok Timur, mengeluhkan adanya keharusan pembelian buku dan penggandaan soal ujian. 

Pasalnya, hal itu diduga diperintahkan oleh oknum kepada sejumlah Sekolah Dasar (SD), dan dianggarkan langsung melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Seperti yang di ungkapkan salah seorang bendahara Sekolah Dasar (SD) Lalu Zoh, ia menyampaikan kepada media ini bahwasannya dirinya di minta untuk mengganggarkan buku paket dan penggandaan soal ujian pada pihak yang telah di tunjuk, diduga oleh pihak Dinas untuk di beli lewat dana BOS.

“Sering kali kita diharuskan untuk membeli buku itu, padahal buku yang di beli itu belum begitu di perlukan juga. Jika diarahkan tempat atau kepada pihak tertentu, tempat beli mungkin ya tidak jadi masalah itu bisa kita anggarkan kapan sekolah memerlukan,” katanya.

Masih kata dia, namun hal ini sifatnya sudah di wajibkan beli dan harus dianggarkan, padahal belum tentu diperlukan oleh sekolah. 

“Untuk soal ujian juga demikian, padahal sekarang banyak sekolah yang sudah memakai sistem digital dalam melaksanakan ujian tapi karena soal sudah terlanjur di cetak jadi semua harus di anggarkan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, namun demikian ada yang lebih prioritas untuk dianggarkan di Sekolah. Namun oknum tersebut melalui pihak UPT Dikbud mengharuskan untuk mengganggarkannya.

“Sebenarnya pengadaan buku tidak masalah jika di adakan, tetapi yang jadi masalah sekolah, yang belum membutuhkan juga kena imbas yang akhirnya buku di sekolah banyak menumpuk jadi sia-sia,” pungkasnya.

Sementara itu Kadis Dikbud, Izzuddin saat di tanyakan perihal tersebut mengaku tidak mengetahui. Karena Semua referensi guru dan siswa ada patform merdeka mengajar dan Akun Belajar.id.

“Semua referensi siswa dan guru ada platform Merdeka mengajar dan akun Belajar.id. Bahkan seluruh dokumen administrasi guru tinggal diakses,” jelasnya.

Ia pun sudah meminta untuk semua kepala sekolah untuk membimbing Guru-guru bagaimana cara mengaksesnya.

“Kamipun sudah perintahkan seluruh kepala sekolah agar guru di bimbing cara mengaksesnya agar mereka semua dapat membimbing siswa,” tutupnya. (R.O)

Baca berita lainnya di Google News

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular