Direktur PPTI Kemenristek BRIN Launching Prototipe RTG di Dusun Lokok Bengkok Lombok Utara

- Jurnalis

Minggu, 11 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gangga,Suaraselaparang – Direktur Pengembangan Teknologi Industri (PTI) Kemenristek Brin didampingi Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH me-launching Prototipe Rumah Tahan Gempa (RTG), berlokasi di Dusun Lokok Bengkok Desa Segara Katon (9/4/2021). Hadir pula Wabup Danny Karter Febrianto ST MEng, Kepala Balai Teknologi Polimer BPPT Dr Candra Liza, Wakil Rektor IV Unram Yusron Sa’adi PhD, Ketua LPPM Unram Muhammad Ali PhD, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Asisten II Setda KLU H Ir Rusdi MT serta para undangan lainnya.

Acara diawali bupati dan wabup mendampingi Direktur PPTI Kemenristek BRIN membuka FGD dengan tema Inovasi Wisata Berbasis Potensi/Kekayaan Lokal. Direktur PPTI Kemenristek BRIN Dr Eng Hotmatua Daulay MEng BEng mengatakan hari ini dilakukan serah terima sementara, berupa rumah ramah gempa. 

“Ini merupakan hasil riset antara Undip, BPPT, PT Terryham Proplas. Kegiatan kita tahun 2019, ada beberapa contoh rumah kita buat yang pembuatannya sangat cepat, 3 hari bisa jadi,” terangnya. 

Baca Juga :  Polsek Pemenang Menggelar Patroli Blue Light Ciptakan Harkamtibmas

Dijelaskan pula, rumah ini tidak perlu dicat, kalau cukup kotor lap pakai sabun. Dan bagi tempat bencana maka disarankan pihaknya, karena cepat jadi. Ketika terjadi bencana masyarakat tidak tinggal di tenda.

“Maka kami sarankan kepada Pemda untuk menginventaris modul supaya bisa dibikin cepat. Hari ini kita serahkan sementara dan sengaja kita pilih di sini agar bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Harapan kita bisa jadi tempat wisata. Ini (baru) satu-satunya dibuat di Indonesia,” harapnya.

Dalam pada itu, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH memaklumkan bahwa rumah tersebut bukan rumah bantuan gempa, tapi rumah contoh yang dihasilkan oleh para ahli bekerja sama dengan Menristek.

Dikatakan juga oleh bupati dua periode ini, kenapa di tempat itu dijadikan lokasi prototipe supaya tidak terlalu jauh dengan jalan. Selain itu juga bisa digunakan untuk rumah tahan gempa bantuan Presiden. 

“Saya rasa ini cukup bagus tinggal kita pesan di Semarang bahannya, tidak perlu berbulan-bulan cukup 4 malam selesai. Atas nama Pemda KLU berharap warga bisa tertarik dengan rumah ini. Lombok Utara masih sekitar 18 ribu rumah RTG yang belum jadi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kapolres Lotara Pimpin Apel Pengamanan Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Dikatakannya, kemarin pihaknya mengutus Wakil Bupati Lombok Utara untuk menemui BNPB. Dari laporan Wabup, itu kesalahan daerah, karena daerah tidak pernah melaporkan kondisi obyektif pembangunan rumah ini padahal 2,3 triliun uang negara sudah ditransfer ke Lombok utara. Ironisnya Lombok Utara tidak bisa menyelesaikan 18 ribu rumah, sampai hari ini masih belum terbangun.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur PPTI Kemenristek BRIN dan rombongan yang menyeponsori pembuatan bahan rumah sederhana dan sangat kuat dan tahan gempa,” pungkasnya.

Rangkaian acara berjalan khidmat dan lancar dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19. Diakhiri dengan serah terima rumah cepat mitigasi bencana oleh Direktur PPTI kepada Bupati Lombok Utara serta ramah tamah di Pendopo Gangga.

SS MH

Berita Terkait

Aksi Nyata, Tim KOSABANGSA UNMAS-UGR Berikan Bantuan Teknologi Untuk Petani Desa Genggelang
David de Faria: Memimpin PMA Carpedien Menuju Era Baru Tanggung Jawab Sosial di 2024
Pastikan Kondusifitas Wilaya, Bhabinkamtibmas Lakukan Sambang dan Silaturahmi
Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Kayangan, Kapolres Lombok Utara Salurkan Bantuan
Pastikan Tidak ada Kecurangan di SPBU, Kasat Samapta Cek meteran pengisian tiga dispenser BBM
Dua Pekan Operasi Pekat Rinjani 2024, Polres KLU Ringkus 17 Tersangka
Luncurkan Pembayaran Digital di Mataram, Berikut Cara Menggunakan E-Wallet KasPro di Aplikasi Maxim
Ritual Adat Namain Senjata Perang Melawan Perubahan Iklim
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 November 2024 - 10:28 WIB

Aksi Nyata, Tim KOSABANGSA UNMAS-UGR Berikan Bantuan Teknologi Untuk Petani Desa Genggelang

Senin, 24 Juni 2024 - 12:07 WIB

David de Faria: Memimpin PMA Carpedien Menuju Era Baru Tanggung Jawab Sosial di 2024

Kamis, 18 April 2024 - 10:12 WIB

Pastikan Kondusifitas Wilaya, Bhabinkamtibmas Lakukan Sambang dan Silaturahmi

Rabu, 17 April 2024 - 20:52 WIB

Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Kayangan, Kapolres Lombok Utara Salurkan Bantuan

Sabtu, 30 Maret 2024 - 16:20 WIB

Pastikan Tidak ada Kecurangan di SPBU, Kasat Samapta Cek meteran pengisian tiga dispenser BBM

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah Melalui Rapat Koordinasi KDKMP

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:45 WIB