Adanya Penutupan Tempat Wisata Selama 4 Hari di Lotim, Sekda: Hukum Tertinggi Saat Pandemi Yakni Kesehatan.

- Jurnalis

Kamis, 20 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR, Suara Selaparang– Momentum lebaran ketupat menjadi alasan utama penutupan semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Karena pada momen tersebut biasanya warga akan mengadakan liburan, yang tentu akan menimbulkan kerumunan di tempat-tempat wisata.

“Kamis itu lebaran topat (ketupat dalam bahasa sasak – red), kemudian jumat itu hari pendek, maka ketika sabtu dan minggu itu wekeend,” ucap H. M. Juaini Taofik, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur. (20/5/21)

Kebijakan tersebut diambil menurutnya karena ada intervensi juga dari pemerintah pusat. Hal itu tampak jelas dengan adanya sistem buka tutup yang dijalankan oleh pemerintah.

“Kalau ekonomi normal maka tekan lagi kesehatan, jika kesehatan mulai normal maka buka lagi ekonominya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pimpinan OPD Diminta Fokus Kerja Sukseskan Event Internasional

Dia mengingatkan, hukum tertinggi pada saat pandemi yakni kesehatan. Melihat di NTB sendiri saat ini masih termasuk 10 Provinsi yang penanganan Covidnya belum bisa terkendali secara maksimal.

“Karena itulah dibutuhkan intervensi yang masif, salah satunya dengan menutup tempat wisata pada momentum lebaran ketupat ini. Bayangkan saja kalau tempat wisata tidak ditutup, maka banyak yang akan terangsang untuk pergi berwisata juga,” jelasnya.

Menurutnya dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di Lotim ini, ada satu kata kunci yakni mencegah kerumunan di tengah masyarakat.

“Satu kata kuncinya, mengurangi mobilitas masyarakat khususnya dalam momentum-momentum kalau tidak Covid ini memang tidak bisa kita hindari,” terangnya.

Seperti Ia menyebut saat ini banyak masyarakat yang ingin liburan, dengan wilayah Lotim yang berkategori zona kuning. Dalam hal ini Pemda Lotim harus bijaksana dalam mengambil keputusan. Sebelumnya wisata di Lotim tetap dibuka, namun dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat berupa pembatasan kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Dirut Selvi di Duga Dibakar Orang Tak Dikenal.

“Namun berdasarkan pengalaman pertama itu ibarat gelembung, di sini ditutup kemudian ada yang dibuka. Maka pindah lagi ke tempat yang dibuka,” tuturnya.

Oleh sebab itulah, kata Sekda di seluruh wilayah NTB ini aturan untuk penutupan tempat wisata itu berlaku merata. Baik yang zona kuning, merah, ataupun oranye.

Sebab dirinya kembali menegaskan bahwa kunci dari pencegahan Covid-19 itu ialah mengurangi mobilitas penduduk. Karena keramaian itulah yang menjadi peluang penularan Covid-19 secara masif.

Berita Terkait

Terdakwa Korupsi Pengadaan Chromebook Titipkan Rp500 Juta ke JPU, Bentuk Itikad Baik Pulihkan Kerugian Negara
Kebakaran Rumah di Wanasaba, Kerugian Capai Rp75 Juta, Api Berhasil Dijinakkan
Gerakan SelongMeriri Menggema, Kecamatan Selong Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Bersih Dan Asri
BAZNAS Lombok Timur Gratiskan BPJS Bagi 1.000 Warga Miskin Exstrem Dan Guru Non – ASN
Bupati Hairul Warisin Pimpin Konsultasi Publik RKPD 2027, Mantapkan Arah Pembangunan Menuju Lombok Timur Smart
Program Stertategis Nasional, Bupati Hairul Warisin Tegaskan Sertifikat Tanah Warga Ekas Buana Tanpa Biaya
Bupati Lombok Timur Buka konferensi Kerja I PGRI Lotim 2026, Tegaskan Guru Kunci Lombok Timur smart
Dukungan Donatur Australia, SDN 2 Gunung Malang Miliki 5 RKB Ramah Anak Dan Lingkungan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:49 WIB

Terdakwa Korupsi Pengadaan Chromebook Titipkan Rp500 Juta ke JPU, Bentuk Itikad Baik Pulihkan Kerugian Negara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:10 WIB

Kebakaran Rumah di Wanasaba, Kerugian Capai Rp75 Juta, Api Berhasil Dijinakkan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:45 WIB

Gerakan SelongMeriri Menggema, Kecamatan Selong Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Bersih Dan Asri

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:13 WIB

BAZNAS Lombok Timur Gratiskan BPJS Bagi 1.000 Warga Miskin Exstrem Dan Guru Non – ASN

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:48 WIB

Bupati Hairul Warisin Pimpin Konsultasi Publik RKPD 2027, Mantapkan Arah Pembangunan Menuju Lombok Timur Smart

Berita Terbaru