Ketua SBMI Lotim Angkat Bicara Terhadap Maraknya Kasus Perdagangan orang di Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat

- Jurnalis

Senin, 31 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR, Suara Selaparang– Hampir setiap hari  permasalahan yang terjadi yang di alami para PMI ini dikarenakan Prilaku para tekong, calo, perekrut yang tidak di bekali pengetahuan tentang bagaimana memberangkatkan atau menyalurkan PMI ke luar negeri. Jadi penyalur itu tidak mudah, harus memiliki legalitas, paham terhadap aturan, paham mekanisme trutama dalam perekrutan kepada masyarakat, dan tidak melakukan sembarang perjanjian juga kepada calon PMI dengan mengiming-imingi gaji besar 

Perilaku tersebut sangat besar dampaknya terhadap apa yang marak terjadi saat-saat ini. “Kasus yang di alami Oleh Yuli Handayani asal Suralaga juga sampai saat ini masih terkatung-katung di negara Abudabi dikarenakan ulah sponsor yang tak memiliki izin resmi perkrutan,” tambahnya.

Bukan saja yang di alami Yuli lanjut ketua SBMI itu, Calon PMI asal Desa Denggen Timur Kecamatan Selong juga mengalami kasus Perdagangan Orang yang di janjikan bekerja di Negara Polandia dengan biaya pembrangkatan 24 Juta per orang.

Baca Juga :  Bupati Tekankan Keberadaan UPT Logam Bisa Tingkatkan PAD

“Ada juga sekarang ini 5 orang asal Denggen timur yang di rekrut Oleh Tekong dengan Inesial S asal Lotim sampai saat ini blum bisa memberangkatkan CPMI tersebut. Uang orang udah di ambil dengan jumlah 120 juta seluruhnya, kan kasian juga, dan CPMI teesebut jelas datang melapor ke kantor kami untuk meminta bantuan supaya di proses dan di selesaikan seceoatnya,” tukasnya.

Usman mengakui, terbaru mencuat  kasus perdagangan orang CPMI asal Embung Tiang Kecamatan Sakra Barat, yang ternyata 9 CPMI uangnya di kebas Tekong berkisar 15 juta per Orang.

“Ini ada baru lagi 9 orang datang ngelapor ke kantor,  juga perdagangan orang dengan jumlah uag yang di tilap oleh oknum Tekong tersebut 135 juta dari 9 CPMI  dan 4 orang dari Kabupaten Lombok Barat direkrut oleh orang yang sama asal kabupaten Lombok Barat mengeluarkan sejumlah uang sebesar Rp 15.000.000 perorang x 4 = Rp. 60.000.000.-  

menurut Usman berkas mereka semuanya sudah lengkap, baik itu kuitansi maupun dokumen lainnya. ” Semua dokumen CPMI maupun kasus yang menimpa Yuli Yang hingga saat ini sudah masuk 8 bulan sdah lengkap dokumennya tinggal di masukkan ke pihak APH untuk menindak lanjuti persoalan-persoalan tersebut,” bebernya.

Baca Juga :  Tumpah Ruah, Paslon Iron-Edwin Diantarkan Puluhan Ribu Relawan dan Simpatisan Mendaftar Ke KPU

Ia mengimbau kepada semua masyarakat yang inigin keluar negeri untuk mencari Rizqi ataupun napkah keluarganya agar berhati hati, waspada terhadap para calo, Tekong yang merayu untuk bekerja keluar negeri dengan janji manis yang tidak jelas .

“Jangan masyarakat mudah percaya terhadap Tekong, calo ataupun seponsor yang mengajak ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Sekarang perlu hati hati dan perbanyak bertanya kepada pihak-pihak yang mengetahui mekanisme pemberangkatan seperti Disnaker setempat. Jangan mudah percaya oleh rayuan dan bujukan para tekong yang tidak bertanggung jawab yang kemudian mengakibatkan kerugian yang cukup besar terhadap para CPMI sendiri. Dan kami di SBMI selalu senantiasa bersama Buruh Migran untuk mensosialisasikan bagai mana menjadi pekerja migran

Berita Terkait

Bukber dengan Jurnalis Lotim, Bupati: yang Jelek Tetap Katakan Jelek, yang Baik Tetap Katakan Baik
Ringankan Beban Warga Saat Ramadhan,Bupati Lotim Salurkan Bantuan Sembako Berbasis DTSEN
Bupati Lombok Timur Serahkan Fasilitas Pamsimas 2025, Dorong Keberlanjutan Air Bersih Bagi Masyarakat
Safari Ramadhan Kanwil Ditjenpas NTB di SAE Lapas Selong, Pererat Silaturahmi dan Tebar Kepedulian
Pemkab Lotim Mulai Distribusikan Paket Sembako Bagi Masyarakat Miskin
Kabar Duka Dari NTB, Kepala Bapenda NTB Dr Lalu Herman Mahaputra Tutup Usia Dijakarta
Sekda Lotim Lantik Tiga Pejabat Admistrator Dan Pengawas, Tekankan Propesionalitas Dan Loyalitas ASN
Kepala Lapas Selong Himbau Masyarakat Jangan Sebut Mantan Santri Lapas Sebagai “Bekas Orang Jahat”
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:16 WIB

Bukber dengan Jurnalis Lotim, Bupati: yang Jelek Tetap Katakan Jelek, yang Baik Tetap Katakan Baik

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:41 WIB

Ringankan Beban Warga Saat Ramadhan,Bupati Lotim Salurkan Bantuan Sembako Berbasis DTSEN

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:55 WIB

Bupati Lombok Timur Serahkan Fasilitas Pamsimas 2025, Dorong Keberlanjutan Air Bersih Bagi Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:38 WIB

Safari Ramadhan Kanwil Ditjenpas NTB di SAE Lapas Selong, Pererat Silaturahmi dan Tebar Kepedulian

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:32 WIB

Pemkab Lotim Mulai Distribusikan Paket Sembako Bagi Masyarakat Miskin

Berita Terbaru