Jebolan SMK Sumbang Pengangguran Tertinggi di NTB

- Jurnalis

Jumat, 17 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Siswa SMK Janapria saat melakukan praktik tata boga (25/7/23)

Keterangan Foto: Siswa SMK Janapria saat melakukan praktik tata boga (25/7/23)

Mataram – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ternyata penyumbang tertinggi angka pengangguran di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB yang dirilis pada bulan agustus tahun 2023.

Tercatat angka pengangguran yang disumbangkan oleh lulusan SMK sebesar 8,24 persen jika dilhat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Kemudian angka TPT terendah berasal dari lulusan satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD), yakni 0,89 persen. Angka lulusan SMK setiap tahun selalu menjadi catatan penting bagi BPS Provinsi NTB.

Baca Juga :  Program Satu Desa Satu Lapangan Pemda Lotim Tak Kunjung Terealisasi, Kades Jantuk: Kami Pesimis

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang SMK Dinas Dikbud NTB, Muhammad Khairul Ihwan mengatakan data yang dikeluarkan oleh BPS NTB itu merupakan angka yang diukur dari warga yang mempunyai ijazah terakhir tingkat SMK 10 tahun sebelumnya.

“Jadi jika model hitungannya seperti itu sulit akan kita dapatkan data rill sebenarnya tentang lulusan SMK yang belum bekerja ini,” ujarnya. 17/11/23

Semestinya, lanjut Ihwan, data rill yang 8,24 persen itu dibandingkan dengan jumlah keseluruhan dari lulusan satuan pendidikan yang lainnya juga, supaya jelas didapatkan angka rillnya.

Baca Juga :  Sekda Lotim Buka Workshop Validasi Hasil Temuan Baseline Study Power To You(th).

Namun pihak SMK sebelumnya juga telah melakukan tracer study setiap tahunnya terhadap anak-anak yang lulus dari SMK. Alhasil, setiap tahunnya menurut Ihwan, terdapat 35 persen lulusan SMK yang sudah bekerja.

Padahal sebagaimana diketahui, keberadaan SMK bertujuan untuk mengentaskan persoalan sosial, kemiskinan, dan pengangguran wabilkhusus di NTB. Namun pada fakta lapangan, jebolan SMK belum bisa sepenuhnya bisa mandiri sesuai dengan yang dicita-citakan. (fgr)

Berita Terkait

Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 Resmi Dibuka, Dorong Budaya Baca dan Inovasi Digital.
Kunjungan Kerja Wali Kota Xinyi ke Lombok Timur Bahas Kerja Sama Sektor Pertanian dan Buah-buahan.
Rapat koordinasi pencegahan korupsi terintegrasi di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.
Harga Cabai di Lombok Timur Melonjak, Champions Cabai Indonesia: Kenaikan Capai Rp 75 Ribu per Kilo
Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-7 di Kabupaten Lombok Timur.
Respons Cepat Petugas Pasca Luapan Air di Otak Kokok Joben
Satpol PP Tegaskan Penindakan Peredaran Miras di Wilayah Lombok Timur
Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi Menuju Daerah Tangguh Bencana
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:40 WIB

Festival Literasi Lombok Timur Smart 2025 Resmi Dibuka, Dorong Budaya Baca dan Inovasi Digital.

Senin, 8 Desember 2025 - 19:51 WIB

Kunjungan Kerja Wali Kota Xinyi ke Lombok Timur Bahas Kerja Sama Sektor Pertanian dan Buah-buahan.

Senin, 8 Desember 2025 - 13:09 WIB

Rapat koordinasi pencegahan korupsi terintegrasi di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Senin, 8 Desember 2025 - 10:51 WIB

Harga Cabai di Lombok Timur Melonjak, Champions Cabai Indonesia: Kenaikan Capai Rp 75 Ribu per Kilo

Senin, 8 Desember 2025 - 10:31 WIB

Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-7 di Kabupaten Lombok Timur.

Berita Terbaru