Suaraselaparang.com – Wilayah Selatan Lombok Timur terus diguyur manfaat, Betapa tidak, setelah Teluk Telong-elong dijadikan sebagai Kampung Lobster, kemudian diikuti oleh Teluk Ekas yang dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut skala besar dan industrialisasi rumput laut.
Seakan tidak ada habisnya, kini Teluk Ekas dicanangkan kembali sebagai tempat pembangunan Kampung Nelayan Modern (Kalamo).
Seperti yang diturunkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Timur Muhamad Zainudin, S.Pi.,M.Si, kepada Suaraselaparang.com, Kampung Nelayan Modern adalah model pengembangan wilayah pesisir yang memiliki potensi di perikanan tangkap, pengolahan, dan pariwisata.
“Jadi, tujuannya itu ingin membuat modeling/percontohan. Dan di Indonesia Kampung Nelayan Modern ini sudah ada di Biak Papua dan Lampung,” Ungkapnya, Kamis (14/3/2024).
Kemudian pada tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan kembali menunjuk 10 lokasi di Indonesia. Dari 10 model lokasi itu, Lombok Timur menjadi salah satu pada tahun ke-tujuh ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Modern.
Beberapa rencana kegiatan di Kampung Nelayan Modern diantaranya adalah, akan dibangun sarana prasarana penunjang di kawasan Teluk Ekas.
Menurut dia, dipilihnya Teluk Ekas sebagai pusat Kampung Nelayan Modern karena dinilai layak untuk sebuah konsep pengembangan wilayah dimana di kawasan itu terdapat lima desa seperti Desa Batu Nampar, Ekas, Pemongkong dan lainnya.
“Jadi, ada lima desa di situ nantinya akan terintegrasikan sebagai satu kesatuan, dimana pusat kegiatannya di Teluk Ekas,” kata dia.
Adapun beberapa sarana prasana penunjang yang akan dibangun di Teluk Ekas yakni Dermaga tambat labuh nelayan/ untuk tempat pendaratan ikan, Bangunan tempat pemasaran ikan, dan akan dibangun juga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk memudahkan nelayan dalam mendapatkan bahan bakar.
Bukan itu saja, nantinya akan dibangun juga cold storage (ruangan dengan pendingin), pabrik es, pusat wisata kuliner, dan sarana prasarana lainnya.
“Kita sangat bersyukur Lombok Timur masuk dalam 10 lokasi di Indonesia untuk program Kalamo 2024,” ucapnya.
Diungkapnya Zainudin, kegiatan pembangunan untuk program Kalamo itu akan dimulai dari bulan April 2024 nanti. Hal itu sebagaimana komitmen Pemda Lotim dan Dinas Kelautan sendiri dalam menyiapkan lahan (sudah tersedia), listrik, dan ketersediaan air bersih (SPAM pantai selatan).
“Itulah kelebihannya kenapa kita dapat program ini. Karna dari sisi lahan sudah clear and clean, kemudian infrastuktur jalan sudah bagus, kemudian pipa air SPAM selatan sudah terpasang, insyaallah kalo ini jadi (Kalamo-red) air sudah mengalir,” yakinnya.
Sebagai informasi, tim teknis atau disebut juga sebagai tim pendahulu dari Kementerian Kelautan sudah berada di Lombok Timur sejak Rabu kemarin. Kedatangan mereka adalah untuk memastikan apa-apa yang dibutuhkan oleh para nelayan di sana terkait program Kalamo.

