Sebut Meritokrasi, Pengamat Khawatir Iqbal Tembak Diri Sendiri

- Jurnalis

Jumat, 25 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, Suara Selaparang – Ajang debat perdana Pilkada Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024 sudah dilangsungkan oleh KPU. Di mana, ketiga calon telah menyampaikan visi misi serta gagasannya.

Bahkan tak jarang ketiga calon melempar pertanyaan-pertanyaan yang terkesan menyerang.

Seperti halnya Paslon 03 Iqbal-Dinda. Lalu Iqbal beberapa kali menyentil soal Meritokrasi dalam pemerintahan.

Di mana menurut dia, penempatan pejabat saat ini masih belum pada status profesional.

Pengamat Politik UIN Mataram, Dr Ihsan Hamid, menanggapi hal itu sebagai serangan yang diberikan 03 kepada 02 dan 01. Pasalnya Zul dan Rohmi sebelumnya menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Baca Juga :  Dikes Lotim Raih Gelar Terbaik Program Promosi Kesehatan Terbaik 2020/2021.

“Beberapa kali memang Paslon 03 ini memberikan tembakan soal Meritokrasi. Namun itu yang dilupakan Iqbal, mestinya ketika bicara itu, pasangannya ini diduga masih jauh dari kata Meritokrasi,” kata Ihsan.

Lanjut Ihsan, harusnya Iqbal bisa memahami terkait hal tersebut. Sehingga apa yang menjadi tembakannya, malah mengenai diri sendiri.

“Jangan sampai apa yang di tembak malah kena diri sendiri. Jadi mereka harusnya berbicara sebagai satu kesatuan menjadi pasangan,” ujarnya.

Meski demikian, diakuinya dari sisi Iqbal, Meritokrasi itu sudah sangat ditunjukkan.

Baca Juga :  Skill Kepemimpinan Tidak Bergantung pada Jenis Kelamin

“Kalau Iqbal si sangat menunjukkan hal itu. Tapi wakilnya gimana? Saya kira bisa saja jadi benalu,” tandasnya.

Di sisi lain, Ihsan melihat ajang debat kemarin secara tekhnis tidak ada keleluasaan. Dari enam segmen masing-masing Paslon belum bisa banyak berbicara program.

“Nah ini yang sebabkan calon merasa tertekan. Setidaknya kalau mengacu PKPU 163 itu, akumulasi debat kan 150 menit. Saya melihat Paslon tidak happy karena dikejar waktu,” ucapnya.

Sehingga, ke depan dalam debat berikutnya, ia berharap agar tim perumus dapat melakukan perpanjangan terhadap waktu debat.

Berita Terkait

Rapat Evaluasi Satu Tahun Program MBG, Pemerintah Lombok Timur Gelar Rapat Guna Meningkatkan Layanan Di Tahun 2026
Viral! MBG Siwi Diduga Sajikan Buah dan Telur Busuk ke Siswa SMKN 1 Jerowaru
Guru Di Jerowaru Memprotes Dapur MBG Paremas Diduga Menyajikan Buah Tidak Layak Komsumsi
Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak Dalam Penerbangan Rute Yogyakarta – Makassar
Ditpolairud Polda NTB Berikan Pelayanan Cepat Evakuasi Warga Terpeleset di Gili Trawangan
Singgah di Pulau Maringkik, 6 Orang Imigran Gelap Ditangkap Polisi dan diserahkan ke Imigrasi
Aliansi Masyarakat Desa Peduli Selagik, Dalam Rangka Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Desa Selagik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 15:24 WIB

Rapat Evaluasi Satu Tahun Program MBG, Pemerintah Lombok Timur Gelar Rapat Guna Meningkatkan Layanan Di Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 11:36 WIB

Viral! MBG Siwi Diduga Sajikan Buah dan Telur Busuk ke Siswa SMKN 1 Jerowaru

Senin, 19 Januari 2026 - 11:14 WIB

Guru Di Jerowaru Memprotes Dapur MBG Paremas Diduga Menyajikan Buah Tidak Layak Komsumsi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:52 WIB

Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:41 WIB

Pesawat ATR 400 Hilang Kontak Dalam Penerbangan Rute Yogyakarta – Makassar

Berita Terbaru