LOMBOK TIMUR, Suaraselaparang.com – Pemerintah Desa Kabar bergerak cepat tangani lonjakan sampah yang mulai memenuhi Tempat Pembuangan Sementara ( TPS ) Yang berlokasi di Lingkungan Dasan Agung.
Kepala Desa Kabar Kecamatan Sakra, Marzoan menjelaskan, pengangkutan sampah yang dilakukan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) hanya dua kali dalam satu minggu, sementara volume sampah sangat meningkat drastis.
“Volume sampah setiap hari mengalami peningkatan signifikan, apalagi TPS yang kita miliki merupakan penampungan sampah untuk 7 kekudusan, sedangkan daya angkut dari DLH hanya dua kali dalam satu minggu,”jelasnya Minggu ( 15/12/2024 ).
Kendati demikian Pemerintah Desa Kabar langsung mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Moyot untuk Sementara menggunakan aramadanya membawa sampah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) Ijo Balit.
“Alternatif terdekat, kami sudah berkomunikasi dengan Desa Tetangga untuk menggunakan armada yang dimiliki sebagai sarana mengangkut sampah langsung ke TPA,”Ujar Marzoan.
Disatu sisi Lanjut Marzoan, Pemerintah Desa terus berupaya mencari solusi jangka panjang terhadap sampah yang selama ini menjadi momok tak hanya di Indonesia tapi di Dunia. Tetapi untuk TPS Desa Kabar sendiri berjarak cukup jauh dengan permukiman sehingga tidak mengganggu.
“Tentu jika melihat situasi hari ini, perlu dilakukan upaya yang lebih komperhensif dalam penanganannya, sembari menunggu solusi yang tepat Pemerintah Desa terus menganggarkan penanganan dari DD,”bebernya.
Memasuki Penghujung Tahun 2024, curah hujan yang tinggi berdampak terhadap beberapa hal fi beberapa titik di Lombok Timur.
Masih kata Marzoan, imbas dari tingginya curah hujan beberapa lingkungan mulai nampak tidak terawat dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan penyakit.
“Musim hujan sudah tiba, tentu penyakit mulai mengintai anak-anak, karenanya mari kita bersama-sama merawat lingkungan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,”imbuhnya.
Lebih jauh, Marzoan kembali menegaskan bahwa Pemerintah Desa membuka ruang kritis seluas-luasnya untuk masyarakat sebagai wadah untuk gotong-royong membangun Desa.
“Kami tekankan kembali kritik itu merupakan vitamin, sebagai upaya membangun Desa, apalagi sejak awal daya mengajak masyarakat terlibat langsung dalam pembangunan Desa dengan tagline Sama-sama Memperbaiki Desa ( Bareng-bareng Meriri Desanta Sasak Red ),”pungkasnya.









