LOMBOK TIMUR, Suaraselaparang.com – Bupati Haerul Warisin memasukan kebersihan sebagai prioritas dalam 100 hari kerjanya bersama Edwin Hadiwijaya.
Hal tersebut dimulai dengan di relokasinya pedagang taman Rinjani Selong yang didepan Dinas Capil untuk menciptakan lombok timur bersih indah dan nyaman mulai dari ptc pancor sampai perbatasan kelayu.
Demikian diutarakan kepala bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur, L. Saprudin kepada Suaraselaparang.com Senin ( 21/04/2025 ).
“Untuk membuat taman itu bersih indah dan nyaman pedagang yang menggunakan bahu jalan ditaman kota selong harus ditertibkan, mengingat selama ini hal tersebut menjadi penyebab kekumuhan,”jelasnya.
Pedagang yang sebelumnya menempati areal Depan Capil Sebagian pemindahannya diarahkan ke depan kejaksaan/lokasi hutan kota atas karena tidak ada space kosong lokasi, sebagian lagi bergabung di space asosiasi pkl yg dibawah binaan H. Hafsan Hirwan, kendati beberapa kendala yang dialami pedagang pasca relokasi ialah sepi pelanggan.
“Berkat pendekatan persuasif alhamdulillah pedagang mengerti, meskipun beberapa pedagang mengeluh pasca dipindahkan sepi pelanggan,”ujarnya.
Masih kata Saprudin, seharusnya Bupati tidak hanya menginstruksikan taman Selong rapi dan tertata, akan tetapi harus dibarengi dengan solusi yang jelas.
“Jadi disinilah pemerintah itu hadir, Pejabat diatas tidak menangkap ini sebagai tantangan, yang ditangkap hanya merapikan, berbeda kemudian dengan kami yang bersentuhan langsung sebisa mungkin diberikan alternatif sayangnya kemampuan kami terbatas, pemerintah diataslah yang harus memberikan solusi sehingga dengan demikian taman tertata pedagang senang,”imbuhnya.
Tak hanya taman Rinjani, komitmen H. Iron melihat kota Selong indah juga dimulai dengan revitalisasi Taman tugu, nantinya Tugu Selong diploting menjadi Taman religi, hal ini semata-mata untuk memunculkan Kota Selong agar memiliki ciri khas.
“Konsep Tugu Selong oleh bupati ingin dirubah konsepnya menjadi taman religi, dimana Tembok masjid akan dibuka kemudian taman Tugu menjadi halaman masjid, sehingga kota Selong memiliki karakter,”bebernya.
Lebih jauh L. Saprudin kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan, mengingat tanpa peran bersama lingkungan akan tetap seperti ini.
“Lagi lagi mengajak semua masyarakat untuk sama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum, kami berkeyakinan bahwa masyarakat juga ingin melihat kota Selong indah rapi dan nyaman,”pungkasnya.









