BerandaBERITA UTAMAKB-TK Aisyiyah Cabang Pancor Gelar English Camp Guna Membentuk Karakter Disiplin Anak...

KB-TK Aisyiyah Cabang Pancor Gelar English Camp Guna Membentuk Karakter Disiplin Anak Sejak Dini

Lombok Timur, suaraselaparang.com – Kelompok Bermain (KB) Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Pancor, Lombok Timur sukses menggelar kegiatan english camp selama empat hari beturut-turut, dimulai dari tanggal 20 sampai dengan 23 April 2026.

Kegiatan english camp ini juga bekerja sama dengan beberapa Mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris, Universitas Hamzanwadi Selong.

Kepala Sekolah (Kepsek) KB-TK Aisyiyah Cabang Pancor, Muhammad Subhan, menjelaskan awalnya kegiatan ini dihadirkan agar anak-anak mendapatkan pengalaman yang baru. Karena setiap bulannya, selalu ada peringatan atau perayaan sejenis yang melibatkan peserta didik dan guru.

“Kita isi dengan english camp, apa itu english camp? yakni memperkenalkan kepada anak-anak bahasa inggris yang dasar sekali atau basicnya aja sih. Misalkan number, colour, itu aja sih sambil camp di sekolah,” kata Pria yang karib disapa Lho Hans ini saat ditemui awak media. (23/04/2026)

Adapun, lanjutnya, jadwal dari kegiatan english camp ini sifatnya harian dari pagi sampai dengan malam hari. Pada waktu pagi hari anak-anak disuguhi dengan pembelajaran saat english camp, kemudian pada siang harinya story telling dan istrahat. Sore harinya jalan-jalan sambil bermain, dan malam harinya kegiatan naik odong-odong.

Lahirnya kegiatan english camp ini, sambungnya, dilatarbelakangi oleh beberapa hal antara lain ingin memperkuat kemandirian anak dan agar anak-anak bisa bermain tanpa memegang Hand Phone (HP) seharian.

“Memperkenalkan anak kepada english, basicnya begitu. Yang kedua bagaimana anak ini bisa mandiri, dan yang ketiga itu screen timenya. Jadinya mereka satu hari itu bebas dari HP itu sih tujuannya dari kegiatan kita kali ini,” ungkap pria dengan ciri khas kepala plontos itu.

Selain itu, Ia juga tentu menghadapi tantangan dalam menjalankan kegiatan ini. Salah satunya ialah mayoritas anak masih bergantung kepada orang tuanya. Maka dari itu, guru juga berperan mendampingi dalam hal memperkuat kemandirian anak.

“Banyak anak yang masih bergantung kepada orang tua, kemandiriannya masih kurang. Itu sih yang kita harus bimbing, dengan banyaknya anak-anak kita disini dan keterbatasan guru. Jadi tantangannya disitu,” tandasnya.

Lebih lanjut, menurutnya kegiatan semacam ini juga membutuhkan dukungan penuh dan kerja sama dari orang tua murid. “Kalau kerja sama dengan orang tua, fine aja nggak ada masalah,” ketusnya.

Ketika ditanya respon orang tua anak mengenai kegitan english camp ini, Ia menjawab respon wali murid sangat positif karena setiap kegiatan yang dilakukan anak-anak, dilaporkan sscara langsung kepada wali murid.

“Positif banget, karena setiap kegiatan itu kita laporkan melalui WA (WhatsApp – red) grup. Mau mandi laporan ke orang tuanya, mau makan laporan, segala sesuatu itu kita komunikasikan dengan orang tua. Bahkan kalau anak punya penyakit tertentu, nanti guru dan orang tuanya koordinasi, supaya nanti disini ditangani oleh guru,” paparnya.

Dia berharap dengan adanya english camp ini, anak-anak mampu menjadi pribadi disiplin yang lebih baik.

“Harapannya sih dengan adanya english camp ini anak-anak lebih bisa mandiri. Kemudian lebih baik, bisa mengatur waktunya. Ketika waktunya tidur ya tidur, ketika waktunya belajar ya belajar, ketika waktunya ibadah ya ibadah,” tuturnya.

Dan tentunya, harap Kepsek, beberapa kosa kata dalam bahasa inggris nantinya mampu dikuasai walapun masih dasar. Namun yang paling inti ialah anak menjadi lebih mandiri dari sebelumnya.

“Kemudian ada basicnya lah untuk bahasa inggris dan tentunya mereka lebih mandiri dalam segala hal. Jadi nanti di rumahnya tanpa bantuan lagi, misalkan kayak pasang baju. Mereka udah berani pasang baju, ketika mandi mereka sudah bisa mandi sendiri,” tutupnya. (gok)

RELATED ARTICLES

Most Popular