BerandaBERITA UTAMADapur Program MBG di Desa Paok Lombok Dirusak Warga, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dapur Program MBG di Desa Paok Lombok Dirusak Warga, Polisi Lakukan Penyelidikan

Hasil Liputan Wartawan Suaraselaparang.com // Frianka dwi utami 

LOMBOK TIMUR – NTB || Suaraselaparang.com Suasana di sekitar bangunan yang direncanakan menjadi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suaralaga, Kabupaten Lombok Timur, dirusak oleh sejumlah warga setempat pada Selasa (17/2/2026) malam.

Berdasarkan video yang beredar dan diterima awak media, sejumlah warga mendatangi lokasi dapur MBG tersebut sekitar pukul 21.00 WITA. 

Dalam aksi tersebut, massa melakukan pengrusakan terhadap beberapa fasilitas bangunan. Gerbang dan kanopi dapur menjadi sasaran amukan hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Pantauan di lokasi, dapur MBG kini dalam kondisi sepi aktivitas dan telah dipasangi garis polisi. Sejumlah material bekas kerusakan tampak menumpuk di depan gerbang. 

Kemudian, Gerbang yang dirusak juga telah diamankan dan dibawa ke Mapolsek Suaralaga sebagai barang bukti.

Kapolsek Suaralaga, Iptu Lalu Nasoan, membenarkan adanya peristiwa pengerusakan tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA dan diduga dilakukan oleh warga setempat.

“Yang melakukan ini diduga warga setempat, dan kejadian sekitar jam 09.00 WITA tadi malam,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Nasoan menjelaskan, laporan atas kejadian tersebut langsung disampaikan pada malam itu juga, namun laporan masuk ke Kapolres Lombok Timur.

“Langsung masuk laporannya tadi malam, tapi laporannya ke Kapolres Lombok Timur,” terangnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. Kerugian materiil maupun jumlah serta identitas terduga pelaku belum dapat disampaikan karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih penyelidikan, dan yang pegang kejadian ini langsung Kapolres. Anggota kami sudah turun ke lapangan untuk menyelidiki,” jelasnya.

Kepala Desa Paok Lombok, Rasidi, mengungkapkan bahwa dugaan pemicu aksi tersebut berkaitan dengan status lahan yang digunakan untuk pembangunan dapur MBG, yang disebut-sebut merupakan tanah wakaf.

Menurut Rasidi, sebelumnya sempat terjadi aksi demonstrasi dari warga yang menuntut agar lokasi dapur dipindahkan.

“Sempat juga ada demo sebelumnya, warga saat itu menuntut dapur untuk dipindahkan lokasinya,” jelas Rasidi.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa telah memfasilitasi musyawarah antara masyarakat dan pengurus yayasan yang mengelola pembangunan dapur MBG. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Minggu di wilayah kerja pondok pesantren setempat, disepakati bahwa pembangunan dapur tetap dilanjutkan.

“Pada hari Minggu kami melakukan rapat koordinasi di wilayah kerja pondok pesantren. Akhirnya kita sepakat untuk melanjutkan pembangunan dapur MBG tersebut. Karena yang disampaikan oleh ketua pengurus yayasan, pembangunan MBG tersebut salah satunya untuk menambah pendapatan pondok pesantren,” terangnya.

Rasidi berharap insiden pengerusakan ini menjadi yang terakhir dan mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

“Kami harapkan ini menjadi kejadian terakhir. Apapun masalahnya, mari kita duduk bersama untuk mencari jalan keluar secara kekeluargaan,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular