Suara Selaparang, Lombok Timur – Reses merupakan salah satu instrumen DPRD dalam menjalankan tugas dan kewajiban sekaligus mekanisme resmi yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam pembuat keputusan.
Untuk itu, Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur menggelar reses setelah membuka masa sidang ke satu tahun sidang 2022.
Seperti yang disampaikan anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB), Rabiatun kepada media Suaraselaparang.Com saat ditemui ketika melakukan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) I Lotim, Jum’at (22/10/2022).
“Banyak warga yang mengeluhkan kenaikan BBM, karna dampak dari kenaikan BBM mengakibatkan naiknya harga berbagai komuditi pangan,” ungkapnya.
“Yang banyak menjadi keluhan di dapil Saya terkait kenaikan BBM ini, karna berdampak pada kenaikan berbagai komuditi pangan,” lanjut anggota DPRD Lotim ini yang juga pemilik Lesehan Rirana.
Wanita yang akrab di panggil Buk Atun ini juga memaparkan keluhan serta aspirasi yang disampaikan kepadanya.
“Bahwa kenaikan BBM ini tidak di barengi dengan kenaikan upah sehingga membebani masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya Pemerintah secara resmi telah mengumumkan penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Solar, Pertalite dan Pertamax, masing-masing menjadi Rp 6,800/liter untuk solar, Rp 10.000/liter untuk pertalite dan Rp 16,500/liter untuk pertamax.
Kebijakan tersebut diambil karena susidi yang telah mencapai Rp 502 triliun dan tidak tetap sasaran.
Subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.
Uang negara seharusnya diprioritaskan untuk subsidi kepada masyarakat kurang mampu.
Oleh sebab itu, Pemerintah harus mengalihkan subsidi BBM agar tepat sasaran. (R.O)



