Suaraselaparang.Com – Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan dua kejadian berbeda. Isra’ adalah perjalanan pada malam hari yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsha di kota Syam.
Sedangkan Miraj ialah perjalanan Nabi Muhammad SAW sesudah Isra’, untuk menuju ke Sidrat Al-Muntaha yang merupakan langit tertinggi untuk menerima wahyu dari Allah SWT terkait kewajiban Sholat.
Bulan Rajab pun termasuk dalam 4 bulan yang dimuliakan. Hal ini dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW.
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci).”
“Tiga bulannya berturut-turut yaitu Bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan Bulan Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).”
Tentang perjalan Isra’ Mi’raj tersebut banyak ulama’ yang berpendapat berbeda, di antaranya, Pendapat pertama mengatakan bahwa Isra Miraj dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar, yakni dengan jasad dan ruhnya.
Pendapat kedua menyatakan bahawa perjalanan tersebut dilakukan dalam keadaan tidak sadar atau mimpi.
Sedangkan pendapat ketiga menyatakan bahawa perjalanan Isra dilakukan dalam keadaan sadar sedangkan perjalanan Miraj dilakukan dalam keadaan tidak sadar.
Berikut doa Nabi Muhammad ketika malam Isra Miraj menjelang:
اللهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، أَنِ ارْحَمْ قَلْبِي الْحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.
Allahuma inni as-aluka bi musyahadati israari al-muhibbin, wabilhalawatillati khash-shashasta biha sayyidil mursalin, hina asrarta bihi lailata as-sab’I wal ‘isyriina,anirham qalbiia al-haziin, tujibta da’wati, yaa-akramil akramiin
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia para ahlul mahabbah dengan kemulian khalwat (pertemuan tersembunyi) yang hanya Engkau berikan kepada Nabi Muhammad pemimpin para Rasul ketika Engkau berikan kesempatan kepada beliau pada malam 27 Rajab, berikanlah hatiku yang sedang galau akan kasih sayang-Mu serta kabulkan doa-doaku, Wahai yang Maha memiliki kedermawanan.”
Baca berita lainnya di Google News



