M16: Kaum Milenial dan Gen Z Punya Kemandirian Pilihan dalam Pemilu 2024

- Jurnalis

Kamis, 3 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto. Foto : Istimewa.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto. Foto : Istimewa.

Mataram, suaraselaparang.com – Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 memprediksi Coattail Effect Pilpres 2024 tidak akan berdampak signifikan menaikkan insentif elektoral di kalangan pemilih pemula [ baca : milenial ] dan Gen Z.

Karena itu, setiap Bakal Calon Anggota Legislatif tidak bisa berleha-leha dan harus mulai menyiapkan strategi untuk mendapatkan dukungan signifikan pemilih milenial dari sekarang.

“Pemilih milenial itu memiliki independent mindset. Mereka punya pola pikir yang independen dan enggan di atur oleh arus utama. Mereka lebih cenderung mencari informasi sendiri, menganalisis kandidat dan isu-isu yang relevan. Dan membuat keputusan berdasarkan pemahaman pribadi mereka tentang masalah tersebut,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, dalam keterangan pada media, Kamis (3/8/2023).

Generasi Milenial

Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode yang karib di sapa Didu ini menegaskan.

Generasi milenial tumbuh dalam era teknologi digital dan internet yang memungkinkan akses mudah ke berbagai sumber informasi.

Imbasnya, generasi milenial sering mengandalkan media sosial dan situs berita daring untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam tentang calon-calon anggota legislatif dari berbagai partai.

Itu sebabnya, kata Didu, para pemilih milenial cenderung lebih terpapar kepada ideologi dan program partai secara langsung. Daripada hanya mengandalkan popularitas Capres yang saat ini tengah melejit berdasarkan sigi yang di lakukan sejumlah lembaga survei.

Baca Juga :  Cegah Pemanasan Global, Bupati Fauzan Ajak Guru dan Siswa Sekolah Naik Sepeda dan Hijaukan Sekolah.

”Kadidat yang ingin mendapatkan insentif elektoral dari pemilih milenial yang signifikan. Tidak bisa hanya mengandalkan cara persuasi yang konvensional dengan menyebar baliho atau stiker belaka. Sebab, mereka adalah generasi yang tumbuh di era teknologi yang mengakses informasi dari sistus media daring dan media sosial,” kata Didu.

Analis politik NTB yang di kenal humbble ini pun memberi bocoran bahwa pemilih milenial sering lebih peduli pada isu-isu spesifik.

Mereka juga umumnya memiliki pemikiran yang lebih terbuka dan inklusif.

Isu-isu spesifik itu kata Didu misalnya yang terkait dengan lapangan pekerjaan, perubahan iklim, kesetaraan gender, maupun yang terkait dengan informasi dan teknologi, misal game mobile legend.

”Karena itu, preferensi pilihan pemilih milenial pada calon Anggota Legislatif akan sangat di tentukan oleh bagaimana calon tersebut berkomitmen pada isu-isu yang mereka anggap penting. Bukan berdasarkan survei calon presiden dari partai tertentu,” tandas Didu.

Selain itu kata Didu, berdasarkan pengalaman pesta demokrasi dari beberapa negara, pemilih milenial tinggal di sistem multi-partai atau multi koalisi.

Coattail Effect

Karena itu, dalam konteks ini, Coattail Effect menjadi lebih sulit terjadi karena pemilih memiliki pilihan yang lebih luas dan lebih beragam.

Baca Juga :  Selama MXGP Selaparang Lombok, Polda NTB Berlakukan Rekayasa Lalulintas

Sehingga pemilih milenial lebih cenderung memilih partai atau kandidat dari partai berdasarkan program dan visi partai secara keseluruhan daripada hanya karena popularitas Capres.

Didu mengatakan, memang dalam Pilpres 2024, pemilih milenial akan menjadi pemilih yang dominan di seluruh Indonesia. Termasuk di NTB.

Data KPU menyebutkan, di NTB, jumlah pemilih milenial dan Gen Z pada Pemilu 2024 mencapai 2,1 juta. Jumlah tersebut setara dengan 54 persen jumlah pemilih di Bumi Gora.

Karena itu, aktivis kawakan di NTB ini mengingatkan kepada bakal calon Anggota Legislatif. Bahwa 2,1 juta pemilih milenial tersebut, tidak akan mudah dipersuasi untuk kepentingan insentif elektoral.

Mereka butuh pendekatan dan treatment yang berbeda.

Apalagi, saat ini, para pemilih milenial pun sangat sadar kalau mereka dijadikan target menambah insentif elektoral karena jumlah mereka yang sangat signifikan.

”Jangan lupa. Seiring dengan independensi mereka, pemilih pemula/milenial juga sering menunjukkan sikap skeptis terhadap politik tradisional dan elit politik. Mereka cenderung mencari wajah baru, pemimpin yang lebih transparan, dan berorientasi pada solusi atas masalah sosial dan ekonomi,” tandas Didu.

Ikuti kami di Google News

Berita Terkait

High Level Meeting TP22DD, Bupati Tekankan Penguatan Regulasi Dan Perluasan Kanak Digital Hingga Desa
Lantik 143 Kepala Sekolah, Bupati Lombok Timur Ingatkan Pentingnya Manajemen Bersih Dan Amananh
Kebakaran Tempat Fitnes di Pancor Jorong, Damkarmat Lotim Bergerak Cepat Padamkan Api
Wabup Ajak Pesantren Jadi Garda Terdepan Pencegahan Perkawinan Anak Dan Stunting
Bupati Lombok Timur Dorong SPBN Di KNMP Ekas Buana, Mentri KKP Siap Realisasikan
Kabupaten Lombok Timur Perkuat Akses Keuangan, Bupati Hairul Warisin Dorong UMKM Mandiri Dan Bebas Rentenir
Wabup Lotim Pastikan Program Pro Rakyat Tetap Jalan Di Tengah Penyesuaian Anggaran
Kasat Reskrim Polres Lotim Benarkan Laporan Dugaan Penipuan SPPG MBG, Kasus Masih Diproses
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WIB

High Level Meeting TP22DD, Bupati Tekankan Penguatan Regulasi Dan Perluasan Kanak Digital Hingga Desa

Senin, 2 Maret 2026 - 19:04 WIB

Lantik 143 Kepala Sekolah, Bupati Lombok Timur Ingatkan Pentingnya Manajemen Bersih Dan Amananh

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:14 WIB

Kebakaran Tempat Fitnes di Pancor Jorong, Damkarmat Lotim Bergerak Cepat Padamkan Api

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:34 WIB

Wabup Ajak Pesantren Jadi Garda Terdepan Pencegahan Perkawinan Anak Dan Stunting

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:06 WIB

Bupati Lombok Timur Dorong SPBN Di KNMP Ekas Buana, Mentri KKP Siap Realisasikan

Berita Terbaru