
Lombok Timur,suaraselaparang.com – Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Kotaraja masuk kategori overload, pasalnya aparatur sipil negara (ASN) berjumlah 39 dan untuk tenaga honorernya mencapai 93 orang.
“Kalau kita bilang overload ya overload, jumlah nakes kita yang ASN sebanyak 39, yang non ASN 95, jika ditotalkan ada sebanyak 134, dan kemarin masuk 1 honorer lagi.” ucap Kepala Puskesmas (Kapus) Kotaraja Meidinam Insyak
Namun dijelaskan Kapus yang kerap dipanggil Na’am, tenaga non ASN itu dipekerjakan sesuai dengan kompetensinya atas dasar analisis data dan beban kerja.
“Ketika dia kopetensinya perawat misalnya ya perawat juga bidangnya,” katanya.
Namun Na’am tetap menaruh harapan pada pembukaan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K).
Saat ini, pembukaan formasi untuk P3K di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur sebanyak 255 formasi.
Angka itu dinilainya masih jauh dari kata cukup umtuk mengkordinir tenaga kesehatan yang tersebar di 35 puskesmas yang ada di Lombok Timur.
“Kalau di Lombok Timur kita rata-ratakan, 90 kali 35 puskesmas, maka sebanyak 3.150 lebih nakes di Lombok Timur ini yang honorer atau non ASN,” tuturnya.
Untuk itu ia berharap agar Dinkes menambah formasi yang ada hingga 1 ribu formasi.
Akan tetapi pihaknya sadar, dalam kapasitas itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkendala anggaran
“Karenanya kita mau tidak mau harus terima lah, jadi nanti temen temen berlomba lah,” Tutup Kapus Na’am
Sementara itu tenaga honorer inisial Ny mengelus dada dengan bertambahnya honorer terus menerus.
“Katanya overload, tapi honorer baru bertambah terus, kalo bisa pemerintah daerah menaruh tenaga honorer dengan objektif dan subjektif.









