Suaraselaparang.com – Kerja sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan Pemda Lombok Timur, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dan sejumlah Pemerintah Desa mendapat perhatian Kementerian Ketenagakerjaan. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Caswiyono Rusdie kaitan dengan itu melakukan kunjungan kerja di Lombok Timur pada Jumat (13/10). Kehadirannya diterima langsung Penjabat (Pj.) Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik.
Pj. Bupati pada kesempatan tersebut menekankan kerja sama memajukan SDM tidak hanya dilihat pada proses pelatihan semata. Pasca pelatihan sebagai tindak lanjut justru dinilai krusial. Dan itu ada pada desa. Karena itulah Pemda Lombok Timur mendorong pemanfaatan dana desa untuk tindak lajut hasil pelatihan dengan menyediakan dukungan peralatan, dan sebagainya, mengingat tantangan pasca pelatihann juga beragam.
Staf khusus yang membawa serta sejumlah kepala desa dari jawa tengah dan Jawa Timur, juga akademisi dan aktivis pembanguanan desa tersebut menyampaikan tujuan kunjungan kerjanya adalah untuk mempelajari pemanfaatan dana desa guna mendukung peningkatan kompetensi masyarakat yang sudah dilakukan oleh sejumlah desa yang ada di Lombok Timur bekerja sama dengan BPVP. Termasuk di dalamnya adalah mempelajari regulasi atau payung hukum sebagai landasan kerja sama tersebut.
Kementerian Kenetagakerjaan sesungguhnya telah menandatangani Nota kesepahaman dengan Kementerian Desa serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengintegrasikan pendidikan vokasi berbasis desa, akan tetapi Lombok Timur justru telah menerapkan hal tersebut. Karenanya ia berharap praktik baik yang dilakukan Lombok Timur dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya di tanah air.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas PMD serta sejumlah kepala desa yang melakukan kerja sama dengan BPVP Lombok Timur yang menyampaikan manfaat dan hasil kerja sama tersebut.
Suaraselaparang.com – Kerja sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan Pemda Lombok Timur, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dan sejumlah Pemerintah Desa mendapat perhatian Kementerian Ketenagakerjaan. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Caswiyono Rusdie kaitan dengan itu melakukan kunjungan kerja di Lombok Timur pada Jumat (13/10). Kehadirannya diterima langsung Penjabat (Pj.) Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik.
Pj. Bupati pada kesempatan tersebut menekankan kerja sama memajukan SDM tidak hanya dilihat pada proses pelatihan semata. Pasca pelatihan sebagai tindak lanjut justru dinilai krusial. Dan itu ada pada desa. Karena itulah Pemda Lombok Timur mendorong pemanfaatan dana desa untuk tindak lajut hasil pelatihan dengan menyediakan dukungan peralatan, dan sebagainya, mengingat tantangan pasca pelatihann juga beragam.
Staf khusus yang membawa serta sejumlah kepala desa dari jawa tengah dan Jawa Timur, juga akademisi dan aktivis pembanguanan desa tersebut menyampaikan tujuan kunjungan kerjanya adalah untuk mempelajari pemanfaatan dana desa guna mendukung peningkatan kompetensi masyarakat yang sudah dilakukan oleh sejumlah desa yang ada di Lombok Timur bekerja sama dengan BPVP. Termasuk di dalamnya adalah mempelajari regulasi atau payung hukum sebagai landasan kerja sama tersebut.
Kementerian Kenetagakerjaan sesungguhnya telah menandatangani Nota kesepahaman dengan Kementerian Desa serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengintegrasikan pendidikan vokasi berbasis desa, akan tetapi Lombok Timur justru telah menerapkan hal tersebut. Karenanya ia berharap praktik baik yang dilakukan Lombok Timur dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya di tanah air.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas PMD serta sejumlah kepala desa yang melakukan kerja sama dengan BPVP Lombok Timur yang menyampaikan manfaat dan hasil kerja sama tersebut.









