Suaraselaparang.com – Pelaksanaan Pengerjaan fisik Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur terus dikebut.
Terbaru, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) SMP 2023 Edi Nur Harianto menyebut progres pengerjaannya mencapai 75 persen, bahkan dibeberapa tempat sudah dilaksanakan Provisional Hand Over (PHO) salah satunya SMP 3 Labuhan Haji.
Sedangkan pengerjaan yang lainnya juga sedang mengajukan proses permohonan PHO dengan catatan administrasinya harus lengkap.
“Untuk DAK SMP 2023, terdapat Sekolah yang sudah PHO yakni SMP 3 Labuhan Haji, sementara beberapa juga sedang mengajukan proses PHO, namun harus disiapkan progres dokumentasi 0 sampai 100 persen,”jelasnya Jum,at (06/10/2023).
Lanjut Edi, Sebelum PHO Rekanan maupun konsultan harus melakukan Opname ( proyek sendiri merupakan sebuah kegiatan pemeriksaan atau pengukuran hasil dari sebuah pekerjaan red ) untuk memastikan kekurangan volume.
“Konsultan dan Rekanan harus Opname bersama harus bersamaan ketika melakukan kegiatan tersebut, mengingat dalam proyek Lebih dihitung pas dan kurang dihitung kurang,”ujarnya.
Tak hanya itu terang Edi, pada DAK SMP juga dilakukan Probity Pelaksanaan, untuk menjaga kemungkinan kekurangan volume ketika pemeriksaan kedepannya, dalam hal ini terdapat dua titik yang ditetapkan yakni Anjani dan Bagik Nyaka.
“Di SMP ini juga ada istilahnya Probity Pelaksanaan, tentu bertujuan untuk menjaga kemungkinan adanya kekurangan volume, dan titiknya ditetapkan di Anjani dan Bagik Nyaka,”paparnya.
Masih kata Edi, sejauh ini Pendamping Aparat Penegak Hukum (APH) sejak awal memberikan pendamping, sehingga item pengawasannya sedetail mungkin disamping memastikan RAB kegiatan sesuai dengan peruntukannya.
“Pendamping maupun pengukuran Tim Pendamping sangat detail, Seperti halnya dengan Opname yakni mensinkronisasi Item dengan Anggaran yang ditetapkan,”pungkasnya.

