BerandaNTBLOMBOK TIMUR398 Mahasiswa IAIH Pancor Disematkan Gelar Sarjana

398 Mahasiswa IAIH Pancor Disematkan Gelar Sarjana

Lombok Timur – Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor Lombok Timur pada hari ini, Senin 11 Desember 2023 menggelar Yudisium ke 33 dalam rangka menyematkan gelar kepada 398 Mahasiswa/i yang telah dinyatakan lulus sebagai Sarjana Strata 1 (S1).

 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Birrul Walidain ini dihadiri oleh Wakil Rektor I IAIH Pancor Heri Hadi Saputra, M.Pd, Wakil Rektor II TGH. Hudatullah MAZ, Lc., Wakil Rektor III Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.M.Pd, Ketua YPH PPD NWDI Pancor H. M. Djamaluddin, beserta pejabat Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

 

IAIH Pancor sendiri mempunyai tiga Fakultas dan sepuluh Program Studi diantaranya Fakultas Tarbiyah terdiri dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah dan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

 

Kemudian di Fakultas Syariah terdiri dari Prodi Ekonomi Syariah, Prodi Hukum Ekonomi Syariah dan Prodi Perbankan Syariah. Lalu di Fakultas Dakwah dan Komunikasi terdiri dari Prodi Bimbingan Konseling Islam, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, dan Prodi Manajemen Dakwah.

 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I IAIH Pancor Heri Hadi Saputra, M.Pd, menyampaikan pesan kepada seluruh Mahasiswa/i yang di Yudisium hari ini supaya mampu menjaga nama baik kampus nantinya sesuai dengan tanggungjawab gelar yang disematkan.

 

“Sebagai sarjana tentunya ananda telah berproses selama empat tahun di kampus IAIH Pancor, semoga ini bagian dari jihad kita yang terhitung pahala disisi Allah SWT,” ucap Pria yang juga sebagai Ketua Ikatan Sarjana NWDI itu. (11/12/23)

 

Sebagai orang yang bergelar sarjana, kata Heri, tentunya Mahasiwa/i bisa merubahan diri ke arah yang lebih baik dari sebelum dan sesudah menjadi sarjana.

 

“Kalau dulu sebelum menjadi sarjana mungkin masih malas-malasan, sekarang jangan malas-malasan lagi sehingga kita mampu menebar kemanfaat kepada semua orang,” lanjutnya.

 

Lanjutnya, sebagai orang yang terdidik maka yang paling penting untuk dijadikan pegangan ialah integritas diri, kuat secara intelektual dan adaptif terhadap perubahan zaman.

 

“Jika prinsip-prinsip itu sudah dipegang teguh, maka kita sebagai benih NWDI harus betul-betul mampu menjaga konsep dan praktik dengan baik apa-apa yang telah diajarkan oleh pendiri NWDI itu sendiri,” ulasnya.

 

Sementara itu, Ketua YPH PPD NWDI Pancor, H. M. Djamaluddin berharap supaya kader-kader penerus perjuangan NWDI ini mampu memberikan kontribusi bagi agama, nusa dan bangsa ke depannya.

 

“Selesai menuntut ilmu di IAIH Pancor bukan akhir dari belajar, namun itulah awal yang baik. Karena tantangan ke depannya semakin dinamis dan berubah-ubah,” pesannya.

 

Dia juga berpesan kepada Mahasiswa/i yang telah di Yudisiumkan hari ini supaya tidak kaget dengan permintaan dunia kerja yang terkadang tidak sesuai dengan jurusan.

 

“Banyak sekali teori dan praktik yang bersebrangan di dunia kerja itu, maka dari itu peran penting softskill dam hardskill pasca dari kampus itu perlu diperhatikan. Karena dunia kerja kadang tidak sesuai dengan jurusan yang diambil,” terangnya. (fgr)

RELATED ARTICLES

Most Popular