Caleg Gagal Malu ke RSJ Bisa Konsultasi Melalui WhatsApp

- Jurnalis

Jumat, 16 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram- Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma menyiapkan layanan online bagi para calon legislatif (Caleg) di NTB.

 

Direktur RSJ Mutiara Sukma dr. Wiwin Nurhasida menyebut, para Caleg dari berbagai wilayah di NTB bisa menghubungi pihaknya melalui WhatsApp. Pihak RSJ menyiapkan Lapor Budir Mutiara Sukma.

 

“Jadi buat yang malu datang langsung (ke RSJ) bisa melalui Lapor Budir Mutiara Sukma berbasis WhatsApp. Bisa telepon kalau butuh teman bicara,” katanya kepada wartawan via telepon, Jumat, 16 Februari 2024.

Bahkan rumah sakit jiwa yang bertempat di Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram itu menyediakan layanan hingga sore hari ini. Hal tersebut dilakukan untuk membantu para Caleg yang merasa malu mendatangi rumah sakit saat ramai.

Baca Juga :  Bekerja Sambil Ibadah, Sekali Melangkah Dua Tiga Kebaikan Terwujud.

 

“Kalau mau tatap muka, jadi memungkinkan bisa dateng sore hari,” ujar Wiwin.

 

Diakuinya, hingga hari ini belum ada politisi yang ikut dalam pemilu 2024 yang melapor ke RSJ Mutiara Sukma. Sehingga tren laporan dibanding tahun sebelumnya belum bisa terbaca.

 

“Mungkin pekan ini atau di atas tiga hari setelah pemilu diperkirakan baru datang mereka (caleg yang melaporkan),” ucapnya.

 

Wiwin menjelaskan, pihaknya telah membuat diskusi tentang judul Baper Pasca Pemilu. Diskusi ini menjelaskan bagaimana kondisi psikologis pada caleg pasca mengikuti Pemilu.

Baca Juga :  Pasangan Iron-Edwin Bangga Dengan Munculnya Banyak Calon Bupati Lombok Timur

 

“Misalnya ada kejadian kecemasan marah, sedih, cemas itu adalah sebuah kondisi normal. Bukan gangguan jiwa yang harus dibawa ke RSJ,” jelas Wiwin.

 

Hingga saat ini, sambung Wiwin, rumah sakit jiwa telah menyiapkan dokter spesialis sebanyak enam orang dan ahli psikologi sebanyak empat orang.

 

“Sementara total pasien hingga hari ini yang dirawat inap ada 56 orang. Tempat tidur yang tersisa sekitar 30-40 tempat. Artinya kalau ada kondisi yang butuh rawat inap (pihak RSJ) siap secara sumber daya,” tutup direktur. (SS)

Berita Terkait

Bupati Lombok Timur Buka Manasik Haji 1447 H, 1,401 Jema’ah Mulai Persiapan Menuju Tanah Suci
Wakup Lombok Timur Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubenur Tekankan Pengawasan Preventif
Polemik Potongan Zakat PPPK Paruh Waktu Di Lombok Timur, BASNAZ Tegaskan Tak Pernah Mengintruksikan
Dorong Swasembada Pangan, Mentan Targetkan NTB Jadi Kekuatan Baru Industri Jagung Dan Unggas
Hujan Deras Picu Longsor Di Jalur Pusuk Sembalun Akses Jalan Lumpuh Total
Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur
Lapak Pedagang Di Taman Labuan Haji Terbakar Dini Hari, Kerugian Mencapai 30 Juta
Kajari Baru Lotim Ajak Insan Pers Kawal Informasi Hukum Yang Objektif Dan Berimbang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:18 WIB

Bupati Lombok Timur Buka Manasik Haji 1447 H, 1,401 Jema’ah Mulai Persiapan Menuju Tanah Suci

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:46 WIB

Wakup Lombok Timur Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubenur Tekankan Pengawasan Preventif

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:59 WIB

Polemik Potongan Zakat PPPK Paruh Waktu Di Lombok Timur, BASNAZ Tegaskan Tak Pernah Mengintruksikan

Senin, 9 Februari 2026 - 14:11 WIB

Dorong Swasembada Pangan, Mentan Targetkan NTB Jadi Kekuatan Baru Industri Jagung Dan Unggas

Senin, 9 Februari 2026 - 06:56 WIB

Hujan Deras Picu Longsor Di Jalur Pusuk Sembalun Akses Jalan Lumpuh Total

Berita Terbaru