LOMBOK TIMUR, Suaraselaparang.com – Petani tembakau di beberapa tempat di Lombok Timur sudah mulai melakukan penanaman, namun Kondisi cuaca yang tiap hari kian menentu harus menjadi perhatian.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Timur Mirzha Sofyan menyebut, pihaknya jauh hari mengingatkan petani agar melakukan budidaya dengan baik dan benar dengan memperhatikan drainase di sawah.
“Jauh hari kami sampaikan agar petani melakukan budidaya dengan benar dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, tetapi kami lihat terdapat perubahan pasca kejadian dua tahun lalu, petani mulai sadar akan kondisi tersebut,”jelasnya jum,at ( 16/05/2025 ).
Namun di beberapa tempat di bagian selatan, Dinas Pertanian menemukan banyak petani yang membuat drainase seadanya, padahal BMKG Memprediksi musim kering tahun ini semakin pendek, apalagi jika melihat siklus tahun lalu kendati ada El Nino terdapat anomali.
“Di beberapa tempat memang masih terdapat petani yang membangun drainase seadanya, tentu daya tampungnya rendah, tahun ini juga BMKG Memprediksi musim kering pendek, artinya cuaca tahun ini sulit diprediksi,”ujarnya.
Kendati demikian Lanjut Mirzha, Dinas Pertanian dari sisi pasar terus berupaya untuk memastikan harga tembakau petani memadai dengan mengundang perusahaan yang dijadwalkan pekan depan.
“Minggu depan kami panggil Perusahaan, untuk melihat gambaran berapa besaran tembakau yang dibutuhkan perusahaan baik yang Virginia maupun Rajangan, sembari melihat perkembangan harga,”imbuhnya.
Tak hanya itu, Dinas Pertanian tahun ini juga membekali petani pelatihan untuk mengantisipasi Orgasme Pengganggu Tumbuhan, serta mencoba menggunakan teknologi pupuk organik cair dan pupuk hayati cair yang diberikan secara gratis kepada 26 kelompok tani.
“Berangkat dari pelaksanaan tahun tahun sebelumnya terutama potensi tembakau diserang penyakit dan hama, kami memberikan pelatihan untuk melakukan pengendalian dan memberikan bantuan pupuk cair organik dengan menggunakan teknologi yang pertama kali diterapkan di Lombok Timur, disamping memberikan subsidi pupuk gratis kepada kelompok tani yang lain”beber Mirzha.
Lebih jauh Mirzha menekankan, perusahaan agar memfasilitasi petani terutama petani binaan untuk melakukan pembelian seusai dengan kualitas tembakau, pun demikian dengan petani agar tidak mencampur tembakau ketika penjualan.
“Kami harapkan perusahaan agar terus memfasilitasi petani, terutama dari segi harga agar betul betul mempertimbangkan kualitas, pun demikian dengan petani untuk tidak mencampur tembakau saat proses penjualan,”pungkasnya.









