LOMBOK TIMUR, Suaraselaparang.com Beberapa hari terakhir ramai di beritakan baik di FB, situs berita, tik tok maupun obrolan sehari-hari tentang akan terjadinya gempa bumi magnitudo 8,5 SR dan potensi tsunami.
Informasi bermula dari sambutan kepala BNPB RI Jenderal TNI Suharyanto pada saat puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional HKBN VIII yang berpusat di Mataram dan Lombok Timur ,26 April 2025.
Menyikapi itu Kalak BPBD Lombok Timur Lalu Muliadi, ST ,MT menejelaskan Maksud dari Informasi itu adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsigaan Bencana di NTB khususnya pulau Lombok, diharapkan harus tetep latihan. Bagaimanapun juga gempa bumi sampai sekarang belum bisa di pastikan kapan terjadi.
Namun bukan berarti gempa bumi itu akan terjadi dalam waktu dekat sehingga masyarakat dihimbau jangan takut dan jangan saling menakuti. Tetap waspada tenang dan melakukan aktifiras seperti biasa.
Lebih lanjut Kalak BPBD menjelaskan Sebagimana BMKG bahwa pulau lombok berada di 2 buah lempengan gempa, di utara dan di bawah ada lempengan. Lempengan yang di bawah ini yang rentan bergerak bernama lempengan /Zona zeduction yaitu zona reduksi gempa bumi atau zona yg berada di rentan gempa bumi yang salah satu faktor disebabkan oleh letak geografis,jenis tanah dan riwayat gempa bumi nya.
Riwayat Gempa bumi di pulau lombik dan lombok Timur dengan kekuatan 7,0 SR pernah terjadi di bulan juli dan agustus 2018 dampaknya kurang lebih 400 orang korban jiwa baik meninggal dan luka.
Hampir 457.000 ribu lebih infrastrktur rusak baik rumah dan fasum, dibutuh kan waktu lebih 3 tahun untuj memulihkan kondisi
Sehingga pak kepala BNPB pada moment HKBN di NTB terus menerus menghimbau untuk masyarakat selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
BPBD lombok Timur sendiri terus berperan aktif melakukan educatin kesiapsiagaan dengan memberikan latihan,simulasi menghadapi bencana baik di Dunia pendidikan , kesehatan, lembaga lembaga, maupun kelompok masyarakat.
Disamping itu terus menambah alat peringatan dini bencana gempa bumi di beberapa kecamatan,alat komunikasi.









