Selong- Lombok Timur, Suaraselaparang.com Pergerakan mahasiswa islam indonesia ( PMII ) menggelar aksi unjuk rasa di dinas kesehatan(Dikes) sebagai bentuk protes dan desakan transparan terhadap kebijakan SPPG yang dinilai besmaslaah.
Dalam tuntutan aksi tersebut, mereka meminta agar satuan pelayanan pemenuhan gizi dapur yang dinamakan yayasan hairul warisin dicabut izin oprasionalnya pada senin (12/1/2026).
Aski tersebut bertempat di depan kantor dinas kesehatan(Dikes), Jl ahmad yani no 56, Dan masa demostrasi di kawal oleh aparat keamanan, Dan jumlah aksi terhitung sebanyak 15 orang.
Koordinator lapangan(Korlap) PMII cabang lombok timur “ M ihwan” dia meminta agar dikes Lotim menarik kembali sertifikat laik higienis dan sanitasi dapur yayasan hairul warisin, karna diduga makanan yang dihasilkan tidak higienis.
Selanjutnya, Mereka juga mempertanyakan berapa jumlah SPPG yang telah dinyatakan telah bersertifikat dan meminta data secara lngsung di lokasi demostrasi.
Kepala dinas kesehatan Lombok Timur L.,A Fahrurozzi menanggapi tuntutan yang dilontarkan, dan Ia mengatakan bahwa” Perizinan SPPG bukan kewenangan kami di dinas kesehatan Lombok Timur, Tetapi itu ranah badan gizi nasional”, Ungkapnya.
Ia juga menerangkan terkait SLHS tugas dikes lotim hanya melakukan pemeriksaan.
“ Jika hasil pemeriksaan sanitasi dikatakan layak kita keluarkan sertifikat SLHS”,Jelasnya kembali.
Fahrurozzi menjelaskan juga bahwa Jumlah SPPG yang telah bersertifikat SLHS ada 134 SPPG.
“Dari 165 SPPG kami sudah keluarkan 134 SLHS dan yang belum sedang kami proses”, Tegasnya kembali.
Setelah penjelasan itu, Aksi demostrasi tersebut berlangsung tertib dan mendapt pengawalan oleh aparat keamanan, Sebelum akhirnya massa membubarkan diri setelah penyampaian seluruh tuntutan kepada dinas kesehatan.
Penulis : Frianka dwi utami









