PERINGGABAYA, NTB – LOMBOK TIMUR. Suaraselaparang.com Di tengah derasnya sorotan dan polemik yang mengiringi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur(Lotim) , Dapur MBG Anggaraksa justru memilih berkorban potong satu ekor sapi demi pemenuhan gizi anak-anak penerima manfaat.
Dapur MBG yang berlokasi di Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, menyembelih seekor sapi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kecukupan gizi bagi anak-anak pada senin (26/1/2026).
Mitra dapur MBG Anggaraksa, Nasibun, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil meski tidak memakai hitungan untung rugi.
“Walaupun rugi, tapi tetap kita sembelih sapi. Tujuannya satu, menjaga asupan dan pemenuhan gizi anak-anak,” ujarnya dengan tegas.
Menurut Nasibun, komitmen terhadap kesehatan dan gizi anak jauh lebih penting dibandingkan hitung-hitungan untung dan rugi. Daging sapi tersebut diolah sebagai menu bergizi sesuai standar yang ditetapkan dalam program MBG.
Di tengah komitmen tersebut, Nasibun juga menanggapi berbagai pemberitaan miring yang belakangan menyasar dapur MBG Anggaraksa. Salah satunya terkait isu tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Kami menyayangkan pemberitaan yang tidak dikonfirmasi langsung. IPAL kami ada, bahkan kami membangun tiga unit IPAL. Tapi mereka beritakan tanpa datang dan mengecek langsung ke dapur,” Sesalnya.
Meski demikian, Nasibun memilih untuk tidak larut dalam polemik. Ia menegaskan bahwa fokus utama dapurnya tetap pada peningkatan kualitas layanan dan inovasi menu.
“Saya tidak akan terpancing oleh berita seperti itu. Kami akan terus berinovasi dan memastikan menu yang disajikan sesuai standar gizi bagi anak-anak,” tambahnya.
Langkah Dapur MBG Anggaraksa ini menjadi potret lain dari implementasi program MBG di tingkat akar rumput, bahwa di balik berbagai kritik dan sorotan, masih ada pihak yang memilih bekerja dalam diam, memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak dasarnya makanan bergizi dan layak.
Penulis : Frianka dwi utami
Sumber Berita: Www.suaraselaparang.com









