Selong- Lombok Timur Suaraselaparang.com Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melaksanakan serah terima rumah layak huni beserta bantuan berupa gerobak usaha kepada masyarakat penerima manfaat yang digelar secara resmi di aula pendopo pada kamis (8/1/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh bupati Lombok Timur H.,M Hairul warisin, kepala OPD dan juga Baznas provinsi beserta jajaran unsur terkait, Dan unsur masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Rangkaian acara serah terima rumah layak huni beserta bantuan gerobak usaha oleh BAZNAS berlansung khidamat dan tertib serta diawali dengan penandatanganan pernyataan kesanggupan penyaluran ZIS-DSKL melalui BAZNAS kabupaten Lombok timur( Lotim).
Selanjutnya, Acara dibuka dengan bersama-sama menyanyikan lagu indonesia raya, pembacaan do’a oleh bapak zainul selaku Baznas provinsi, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Drs.,H Muhammad Kamil, Selaku ketua Baznas Lombok Timur.
“Alhamdulillah, melalui kerja sama sinergis, kita berhasil membangun 25 unit rumah hasil kolaborasi Baznas Provinsi dan Kabupaten. Selain itu, terdapat 24 paket rumah layak huni yang bersumber dari CSR Bank NTB Syariah yang kini siap ditempati,” ujar H. Kamil.
Tak hanya pembangunan baru, Baznas juga menyelesaikan 23 paket rehabilitasi rumah (kategori ringan, sedang, dan berat) yang telah dikerjakan hingga akhir tahun 2025.
Wakil Ketua Baznas Provinsi NTB, TGH. Dr. Muhyi Abidin juga memberikan aspirasi terhadap gairah kepala daerah di NTB dalam mendorong pengumpulan zakat. Ia menegaskan bahwa istilah Mahyani (Rumah Layak Huni) sendiri merupakan inovasi yang lahir dari NTB.
“Zakat di NTB berkembang pesat karena kepala daerahnya memiliki semangat luar biasa. Zakat akan jauh lebih bermanfaat dan terawasi secara kolektif jika disalurkan melalui lembaga resmi seperti Baznas dibandingkan diberikan secara pribadi,” jelasnya nya.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya mengenang perjalanan panjang membangun kesadaran berzakat di Lombok Timur yang sempat diwarnai dinamika sosial sejak tahun 2008. Kini, Baznas Lotim bertransformasi menjadi lembaga yang akuntabel dengan sumber pendapatan terbesar berasal dari zakat ASN.
Namun, Bupati mengingatkan bahwa tantangan masih besar. Berdasarkan data, terdapat sekitar 20.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di 21 kecamatan di Lombok Timur.
“Jika hanya mengandalkan bantuan pusat yang sekitar 300 unit per tahun, butuh waktu sangat lama. Maka, hadirnya Baznas dan kolaborasi seperti hari ini adalah kunci,” Jelas bupati.
Selanjutnya, acara penyerahan rumah siap huni sebanyak 59 unit yang tersebar di 4 kecamatan, Dan gerobak usaha sebanyak 50 unit yang tersebar di 4 kecamaan.
Di akhir acara, Baznas menyampaikan terima kasih kepada para Muzakki (pembayar zakat). Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dititipkan melalui lembaga mampu memberikan dampak yang jauh lebih luas dan sistematis bagi kesejahteraan umat.
Penulis : Friankadwiutami
Editor : Frianka dwi utami









