Lapak Pedagang Di Taman Labuan Haji Terbakar Dini Hari, Kerugian Mencapai 30 Juta

0
1
Screenshot

LABUAN HAJI – LOMBOK TIMUR || Suaraselaparang.com Sebuah lapak pedagang di kawasan Taman Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, yang merupakan bagian dari eks Wisata Pantai Sunrise Land Lombok, dilaporkan terbakar pada Jumat dini hari. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 Wita dan pertama kali diketahui setelah penjaga malam kawasan pantai melihat kobaran api yang sudah membesar dari kejauhan pada jumat dini hari (6/2/2026).

Diketahui pemilik lapak berama anyong, mengetahui peristiwa kebakaran tersebut sekitar pukul 03.00 Wita setelah mendapat informasi dari penjaga malam kawasan pantai. Penjaga malam itu mengabarkan bahwa api telah membesar dan terlihat menyala merah dari kejauhan, sehingga Ayong segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi lapaknya yang berada di kawasan Taman Labuhan Haji.

Anyong mengatakan bahwa penjaga malam tidak mengetahui asal mula munculnya api. Kebakaran baru disadari setelah penjaga melihat cahaya merah dari kejauhan, saat api sudah dalam kondisi membesar dan melalap lapak tersebut, sehingga tidak sempat dilakukan upaya penyelamatan.

‎“Penjaga malam itu juga tidak tahu siapa yang menyulut api atau dari mana asalnya. Dia tahunya setelah api sudah besar dan kelihatan memerah dari jauh,” ujar Pemilik Lapak Ayong dikonfirmasi melalui saluran telpon ke media Suaraselaparang.com.

Baca Juga :  Tepis Isu PAC Tidak Berikan Dukungan, Gerindra Lotim Rapatkan Barisan Untuk Iron-Edwin

Ayong mengaku heran dengan sumber api yang menyebabkan kebakaran secara tiba-tiba, mengingat dirinya hanya datang ke lapak pada akhir pekan. 

Selain itu, aliran listrik di lapak tersebut sudah lama tidak berfungsi karena meteran listrik telah dibongkar sejak pengelolaan kawasan beralih dari Sunrise Land Lombok ke pihak lain. Dengan kondisi tersebut, Ayong menilai kecil kemungkinan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Pantauna media suaraselaparang.com / Frianka dwi utami, Lapak tersebut rata dengan tanah akibat luapan api yang melahap seluruh lapak tersebut.

Adapun kerugian yang dialami akibat peristiwa itu di antaranya adalah kehilangan mata pencaharian serta kerugian material hingga Rp. 30 juta.

 ‎“Kerugian saya sekitar tiga puluh juta rupiah. Karena baru saja selesai direnovasi,” Jelasnya kembali saat ditemui wartawan.

Ayong mengaku telah berupaya menemui pihak pengelola baru kawasan wisata Taman Labuhan Haji guna meminta penjelasan serta solusi atas peristiwa kebakaran yang menimpa lapaknya. 

Namun hingga kini belum ada kejelasan, lantaran pengelolaan kawasan tersebut berada di tangan empat orang pengelola baru, sementara saat itu hanya satu orang yang berhasil ditemuinya dan belum berani mengambil keputusan.

Baca Juga :  Transparansi Melalui Digitalisasi Keuangan.

‎“Pengelola yang baru ini ternyata tediri dari ada empat orang, tapi yang hadir cuma satu tadi sehingga dia tidak berani mengambil keputusan, jadi ya belum ada solusi,” ujarnya.

Karena belum mendapatkan kejelasan atas peristiwa tersebut, Ayong berencana mengadukan kejadian kebakaran itu ke Polsek Labuhan Haji. Langkah tersebut ditempuh agar aparat kepolisian dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian yang merugikan dirinya 

“Ini saya nunggu teman mau berangkat ke Polsek untuk membuat laporan,” pungkasnya dengan tegas.

Sebagai informasi tambahan, Lapak tersebut  berada dibagian paling selatan kawasan panatai labuan haji, Tepatnya diwilayah pemecah ombak t yang biasanya menjadi tempat Favorit bagi pengujung untuk melakukan aktivitas wisata.