Alasan Belum Berlakukan Kurikulum Merdeka, Anak Didik Tidak Naik Kelas

- Jurnalis

Kamis, 6 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Dasar. (Foto : Rony)

Sekolah Dasar. (Foto : Rony)

Lombok Timur, SUARASELAPARANG.com – Pada prinsipnya, Kurikulum Merdeka tentu tidak boleh ada siswa yang tertinggal dari teman sebayanya.

Karena pemberian metode pembelajaran yang berbeda tentu dapat membuat siswa yang tertinggal minimal mendekati kemampuan teman sebayanya.

Tentu metode penilaiannya pun harus berbeda tidak harus tertulis tetapi proses belajar yang lain seperti diskusi, permainan, maupun hal lain yang membuat siswa tersebut dapat mengejar ketertinggalannya.

Khairul Ikhwan salah seorang Kepala sekolah (Kepsek) yang berada di wilayah Kec. Sikur, mengungkapkan alasan pihaknya tidak menaikan kelas anak didiknya, di karenakan anak tersebut males dan belum bisa mengenal huruf.

“Menurut laporan wali kelas, anak tersebut beberapa minggu malas dan belum bisa mengenal huruf,” ungkapnya.

Selanjutnya Kepsek ini juga mengakui belum memberlakukan Kurikulum Merdeka dan masih menggunakan Kurikulum K13.

“Tahun ajaran kemarin, kita belum memberlakukan Kurikulum Merdeka. Kita masih menggunakan K13, kita akan berlakukan pada tahun ajaran baru ini,” tutupnya.

Baca Juga :  Brilian, Kanit UPTD Sikur Gagas Pemasangan CCTV di Sekolah

Sementara itu, salah seorang wali murid, Mahyuni mengakui dirinya sudah di panggil oleh pihak sekolah untuk meminta anaknya tidak di naikan kelas dengan alasan belum bisa membaca dan baru mengenal beberapa huruf.

Namun terkait anaknya di bilang males, dirinya sangat membantah hal tersebut. Karena menurutnya anak sangat rajin dan selalu mengantar jemput anaknya.

“Saya sudah di panggil sama pihak sekolah untuk meminta anak saya di didik kembali di kelas 1 sekolah dasar. Karena menurutnya, anak saya belum bisa membaca dan baru mengenal beberapa huruf. Namun kalau masalah anak saya malas, saya membantah hal tersebut, karena saya selalu mengantar jemput anak saya sekolah,” jelasnya.

Kurikulum Merdeka, Tidak Ada Siswa yang Tinggal Kelas

Saat di konfirmasi, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Khairurrazak mengungkapkan, tidak ada anak yang tidak naik kelas, terkecuali dengan alasan yang sangat urgent.

Baca Juga :  Selama MXGP Selaparang Lombok, Polda NTB Berlakukan Rekayasa Lalulintas

Khususnya anak kelas 1 dan 2 juga tidak harus di tuntut untuk bisa membaca, menulis dan berhitung.

“Pada dasarnya kelas 1 dan 2 tidak ada istilah tidak naik kelas, terkecuali anak tersebut malas atau jarang sekolah. Khususnya anak kelas 1 dan 2 tidak harus di tuntut untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung,” ungkap Kabid SD.

Masih dengan Kabid SD, “Sistem sekarang berbeda dengan sistem yang lama, Sistem Pembelajaran berdiferensiasi tak lain adalah salah satu strategi pelaksanaan kurikulum merdeka. Di tinjau dari perspektif pendidikan, pembentukan strategi ini di lakukan supaya peserta didik dapat secara bebas berekspresi dan bereksplorasi mengenai materi-materi yang di tawarkan oleh guru. Artinya, teknis pembelajaran yang sebelumnya telah di pusatkan pada peserta didik, kini di buat lebih variatif di sesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing peserta didik,” tutupnya.

Ikuti kami di Google News

Berita Terkait

Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak Dalam Penerbangan Rute Yogyakarta – Makassar
Ditpolairud Polda NTB Berikan Pelayanan Cepat Evakuasi Warga Terpeleset di Gili Trawangan
Singgah di Pulau Maringkik, 6 Orang Imigran Gelap Ditangkap Polisi dan diserahkan ke Imigrasi
Aliansi Masyarakat Desa Peduli Selagik, Dalam Rangka Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Desa Selagik
Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkoba, Kalapas Selong Tingkatkan Koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda NTB
Perkuat Sinergi, Kalapas Selong Silaturahmi dengan Kadis Pertanian Lombok Timur
Ditpolairud Polda NTB Gelar Analisa dan Evaluasi Kinerja Bersama Kasat Polairud Polres Jajaran dan Komandan Kapal Polisi.
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:52 WIB

Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:41 WIB

Pesawat ATR 400 Hilang Kontak Dalam Penerbangan Rute Yogyakarta – Makassar

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:36 WIB

Ditpolairud Polda NTB Berikan Pelayanan Cepat Evakuasi Warga Terpeleset di Gili Trawangan

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:33 WIB

Singgah di Pulau Maringkik, 6 Orang Imigran Gelap Ditangkap Polisi dan diserahkan ke Imigrasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:55 WIB

Aliansi Masyarakat Desa Peduli Selagik, Dalam Rangka Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Desa Selagik

Berita Terbaru