Raup Untung Ratusan Juta, Polresta Mataram Tangani Kasus Dugaan TPPO PMI NTB Tujuan Australia

- Jurnalis

Rabu, 5 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama. (Foto : Istimewa)

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama. (Foto : Istimewa)

Mataram, SUARASELAPARANG.com – Satu kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali di tangani kepolisian.

Kali ini, Polresta Mataram menangani kasus dugaan TPPO Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Australia.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, penanganan tersebut di lakukan berdasarkan laporan korban.

Dalam kasus ini, sebutnya, sudah memakan lima korban dari berbagai daerah di NTB.

“Laporan kami terima pertengahan Juni kemarin,” kata Yogi, Rabu, 5 Juli 2023.

Informasi yang diperoleh dari korban, penyidik mengantongi identitas perekrut yang terungkap berdomisili di Lumajang, Jawa Timur.

Baca Juga :  Testimoni Anggota DPRD Periode 2019-2024, Ungkap Kronologi Kasus Bagi-bagi Uang Siluman di DPRD NTB

Untuk memburu perekrut tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melacak keberadaannya.

Dan dalam waktu dekat, pihak Polresta Mataram akan menuju Lumajang.

“Rencananya dalam waktu dekat kami akan berangkat ke Lumajang untuk menelusuri keberadaan yang bersangkutan,” ungkap pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Narkoba PolrestaMataram tersebut.

Masih dalam laporan korban, perekrut tersebut melakukan merekrut para korban di Kota Mataram.

Kelima orang tersebut di ketahui sempat menetap di tempat penampungan di wilayah Lumajang.

Tapi karena tidak kepastian, para korban akhirnya melarikan diri dan kembali ke kampung halaman.

Baca Juga :  Acara Expose RDTR, Pemkot Mataram Dorong Iklim Investasi Sehat dan Kondusif.

“Dari situ kemudian korban ini melapor,” jelas Yogi.

Terungkap perekrut tersebut telah meraup keuntungan Rp 228 juta dari para korbannya.

Setiap orang menyerahkan uang sekitar Rp 60 juta.

Berdasarkan penuturan korban, puluhan juta uang itu untuk membiayai keberangkatan para korban.

“Seperti pembuatan visa, paspor, cek kesehatan,” sebut Yogi.

Alasan kelimanya memberikan uang tersebut, karena di iming-imingi akan memperoleh gaji Rp 50 juta.

Sedangkan pekerjaan yang di janjikan adalah sebagai bekerja di bidang perkebunan di Australia.

Ikuti Suara Selaparang di Google News

Berita Terkait

Rapat Evaluasi Satu Tahun Program MBG, Pemerintah Lombok Timur Gelar Rapat Guna Meningkatkan Layanan Di Tahun 2026
Viral! MBG Siwi Diduga Sajikan Buah dan Telur Busuk ke Siswa SMKN 1 Jerowaru
Guru Di Jerowaru Memprotes Dapur MBG Paremas Diduga Menyajikan Buah Tidak Layak Komsumsi
Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak Dalam Penerbangan Rute Yogyakarta – Makassar
Ditpolairud Polda NTB Berikan Pelayanan Cepat Evakuasi Warga Terpeleset di Gili Trawangan
Singgah di Pulau Maringkik, 6 Orang Imigran Gelap Ditangkap Polisi dan diserahkan ke Imigrasi
Aliansi Masyarakat Desa Peduli Selagik, Dalam Rangka Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Desa Selagik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 15:24 WIB

Rapat Evaluasi Satu Tahun Program MBG, Pemerintah Lombok Timur Gelar Rapat Guna Meningkatkan Layanan Di Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 11:36 WIB

Viral! MBG Siwi Diduga Sajikan Buah dan Telur Busuk ke Siswa SMKN 1 Jerowaru

Senin, 19 Januari 2026 - 11:14 WIB

Guru Di Jerowaru Memprotes Dapur MBG Paremas Diduga Menyajikan Buah Tidak Layak Komsumsi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:52 WIB

Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:41 WIB

Pesawat ATR 400 Hilang Kontak Dalam Penerbangan Rute Yogyakarta – Makassar

Berita Terbaru