Guru Di Jerowaru Memprotes Dapur MBG Paremas Diduga Menyajikan Buah Tidak Layak Komsumsi

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TIMUR, Suaraselaparang.com Sebuah video dan pernyataan protes dari seorang guru di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, viral di media sosial, Sabtu 17/1/2026.

Guru tersebut memprotes pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paremas, Desa Paremas, yang diduga mendistribusikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa buah dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, protes dilayangkan setelah guru tersebut menemukan sebagian buah yang dibagikan kepada siswa dalam keadaan busuk.

“Mohon maaf, hari ini anak-anak kami tidak bisa makan buahnya karena sebagian sudah busuk,” ujar guru tersebut dalam keterangannya.

Baca Juga :  Usai Disetujui DPRD, Pemda Lotim Teken Akad Wa'ad Dengan Bank NTB Syariah

Guru yang enggan disebutkan identitasnya itu menegaskan agar pihak dapur MBG lebih teliti dalam melakukan pengecekan bahan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Kalau saat memasukkan buah-buahan ada yang dirasa tidak layak dimakan, sebaiknya jangan dimasukkan. Memang mungkin tidak kelihatan dari luar, tapi bisa dirasakan mana buah yang busuk dan mana yang masih segar,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Namun, baru kali ini ia memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan secara terbuka.

“Dari hari-hari sebelumnya sebenarnya sudah ada kejadian seperti ini, tapi baru kali ini saya komplain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Memprihatinkan!! Banyak Pohon Dipaku Untuk Pemasangan Baliho Paslon, DLH Lotim Elus Dada

Selain persoalan kualitas makanan, wartawan media ini juga menerima informasi bahwa dapur MBG Paremas diduga mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah yang jaraknya melebihi ketentuan maksimal 6 kilometer, sebagaimana diatur dalam regulasi Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, pihak mitra MBG Paremas, Sahman, membantah tudingan adanya buah busuk yang didistribusikan kepada siswa.

“Itu tidak benar. Mungkin dari sekian banyak buah ada saja yang rusak, tapi satu buah rusak lalu diangkat ke media, menurut saya itu berlebihan. Kita ini manusia, kesalahan bisa saja terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Penulis : Frianka dwi utami

Berita Terkait

Wakup Lombok Timur Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubenur Tekankan Pengawasan Preventif
Polemik Potongan Zakat PPPK Paruh Waktu Di Lombok Timur, BASNAZ Tegaskan Tak Pernah Mengintruksikan
Dorong Swasembada Pangan, Mentan Targetkan NTB Jadi Kekuatan Baru Industri Jagung Dan Unggas
Hujan Deras Picu Longsor Di Jalur Pusuk Sembalun Akses Jalan Lumpuh Total
Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur
Lapak Pedagang Di Taman Labuan Haji Terbakar Dini Hari, Kerugian Mencapai 30 Juta
Kajari Baru Lotim Ajak Insan Pers Kawal Informasi Hukum Yang Objektif Dan Berimbang
Tepis Isu Miring, Wakil Pimpinan II BAZNAS Lotim Pastikan Pengelolaan Dana Zakat Transparan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:46 WIB

Wakup Lombok Timur Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubenur Tekankan Pengawasan Preventif

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:59 WIB

Polemik Potongan Zakat PPPK Paruh Waktu Di Lombok Timur, BASNAZ Tegaskan Tak Pernah Mengintruksikan

Senin, 9 Februari 2026 - 14:11 WIB

Dorong Swasembada Pangan, Mentan Targetkan NTB Jadi Kekuatan Baru Industri Jagung Dan Unggas

Senin, 9 Februari 2026 - 06:56 WIB

Hujan Deras Picu Longsor Di Jalur Pusuk Sembalun Akses Jalan Lumpuh Total

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:33 WIB

Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur

Jumat, 6 Feb 2026 - 17:33 WIB