Guru PAUD di Jerowaru Alami Mual dan Mencret Usai Menyantap Menu MBG

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEROWARU – LOMBOK TIMUR, Suaraselaparang.com Salah seorang guru di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Ansori, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (22/1/2026).

Guru bernama Nur Fitriani tersebut mengalami gejala mual, muntah, nyeri di ulu hati, tubuh lemas, hingga diare usai menyantap makanan MBG yang diproduksi oleh dapur Yayasan Ribath Al-UMM (YARIN) Desa Jerowaru. Dalam makanan yang dikonsumsinya, ditemukan serangga berupa lalat.

Menurut keterangan Fitriani, makanan tersebut awalnya disampaikan sebagai menu uji coba untuk guru dan kemudian dibawakan kepadanya.

“Awalnya disampaikan ini makanan uji coba untuk guru, jadi dibawakan ke saya. Saat suapan terakhir, terasa ada sesuatu,” ujar Fitriani.

Ia sempat mengira benda tersebut bukan lalat. Namun, salah satu guru lain menyarankan agar makanan tersebut dimuntahkan untuk memastikan.

Baca Juga :  Bupati Lotim Gusar, Lantaran Bayi Gizi Buruk Terlambat Ditangani Karena Administrasi

“Setelah dimuntahkan, ternyata benar ada lalat. Saat diperiksa kembali, ditemukan lagi satu lalat di ayam suwir,” katanya.

Tak hanya ditemukan pada ompreng makanan guru, lalat juga didapati pada ompreng makanan anak-anak. 

Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait kebersihan makanan serta lemahnya pengawasan dari pihak dapur penyedia MBG.

Tak lama setelah kejadian itu, Fitriani mulai merasakan gejala yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.

“Sampai sore ini saya masih merasakan sakit di ulu hati dan mual terus,” ujarnya.

Terpisah, Febrian SPPG YARIN menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengklaim pihaknya telah berupaya maksimal dalam menjaga kebersihan dapur dan kualitas makanan. Ampure,”katanya

“Kami di dapur sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga kualitas bahan baku dan kebersihan dapur. Kami juga memiliki alat insect killer untuk mencegah masuknya lalat.

Baca Juga :  Didampingi Tuan Guru dan Alim Ulama, Hasto Kristiyanto Resmikan Musala Tanzila Khadijah PDIP NTB

Ia juga mengklaim sebelum makanan dikemas, pihak dapur juga membungkus makanan menggunakan kertas wrapper guna meminimalkan kemungkinan masuknya serangga.

Febrian mengaku telah meminta klarifikasi kepada tim pemorsian. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, tidak ditemukan serangga saat proses pemorsian berlangsung.

“Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, kejadian ini kami jadikan bahan evaluasi agar ke depan lebih teliti,” katanya.

Terkait kondisi guru yang mengalami muntah dan gangguan kesehatan, Febrian menyatakan pihaknya masih akan memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Saya belum bisa memastikan apakah muntah itu disebabkan oleh makanan kami, karena yang mengonsumsi makanan tersebut bukan hanya beliau, namun hanya beliau yang mengalami kondisi seperti itu. 

Besok saya akan menjenguk, dan jika memang terbukti berasal dari makanan kami, Insya Allah kami akan bertanggung jawab,” katanya. 

Penulis : Frianka dwi utami

Editor : Frianka dwi utami

Sumber Berita: Www.Suaraselaparang.com

Berita Terkait

Wakup Lombok Timur Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubenur Tekankan Pengawasan Preventif
Polemik Potongan Zakat PPPK Paruh Waktu Di Lombok Timur, BASNAZ Tegaskan Tak Pernah Mengintruksikan
Dorong Swasembada Pangan, Mentan Targetkan NTB Jadi Kekuatan Baru Industri Jagung Dan Unggas
Hujan Deras Picu Longsor Di Jalur Pusuk Sembalun Akses Jalan Lumpuh Total
Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur
Lapak Pedagang Di Taman Labuan Haji Terbakar Dini Hari, Kerugian Mencapai 30 Juta
Kajari Baru Lotim Ajak Insan Pers Kawal Informasi Hukum Yang Objektif Dan Berimbang
Tepis Isu Miring, Wakil Pimpinan II BAZNAS Lotim Pastikan Pengelolaan Dana Zakat Transparan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:46 WIB

Wakup Lombok Timur Hadiri Pengukuhan Kepala BPKP NTB, Gubenur Tekankan Pengawasan Preventif

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:59 WIB

Polemik Potongan Zakat PPPK Paruh Waktu Di Lombok Timur, BASNAZ Tegaskan Tak Pernah Mengintruksikan

Senin, 9 Februari 2026 - 14:11 WIB

Dorong Swasembada Pangan, Mentan Targetkan NTB Jadi Kekuatan Baru Industri Jagung Dan Unggas

Senin, 9 Februari 2026 - 06:56 WIB

Hujan Deras Picu Longsor Di Jalur Pusuk Sembalun Akses Jalan Lumpuh Total

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:33 WIB

Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Kalapas Selong Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD Lombok Timur

Jumat, 6 Feb 2026 - 17:33 WIB