NTB AIKMEL – LOMBOK TIMUR || Suaraselaparang.com Komitmen menjaga mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditegaskan melalui pelaksanaan rekrutmen terbuka yang digelar oleh Mitra SPPG Bagik Nyaka Santri 3 – Yayasan Indonesia Bangkit Mendunia selama dua minggu terakhir. Dari total sekitar 1.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 300 orang dinyatakan lulus tahap administrasi dan berhak mengikuti tes tulis sebagai bagian dari tahapan seleksi lanjutan. Tes tulis tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) sebagai upaya memastikan sumber daya manusia yang terlibat di dapur MBG memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat di Lombok Timur.
Rekrutmen ini bukan sekadar perekrutan relawan, melainkan langkah strategis untuk memastikan terpenuhinya Angka Kecukupan Gizi Penerima Manfaat (AKG PM) secara berkelanjutan, sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo dalam visi besar Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, setiap tahapan seleksi dirancang ketat guna menjaring sumber daya manusia yang memahami pentingnya standar mutu gizi, higienitas dalam pengolahan makanan, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Ketiga aspek tersebut menjadi prinsip utama yang tidak dapat ditawar dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Seleksi Ketat Demi Kualitas: 1.000 Pelamar, 47 Orang Terpilih
Dari hampir seribu pendaftar yang mengikuti seluruh rangkaian seleksi, hanya 47 orang yang akan diterima untuk memenuhi kebutuhan awal operasional dapur MBG. Jumlah tersebut disesuaikan dengan standar kerja dan kapasitas dapur, guna memastikan setiap tahapan pengolahan hingga pendistribusian makanan berjalan sesuai prosedur.
Seleksi yang dilakukan secara ketat ini menegaskan bahwa kualitas layanan serta keselamatan pangan menjadi prioritas utama, sehingga makanan yang disajikan benar-benar aman, bergizi, dan layak konsumsi bagi para penerima manfaat.
Ust. Bambang Cahyadi, Lc, selaku Mitra, menyampaikan pesan inspiratif dalam kesempatan tersebut.
“Kita harus positive thinking. Kami ingin semua yang hadir di sini bisa bekerja. Kalau belum di dapur, bisa di sektor lain. Ini bukan makanan gratis, melainkan ini dibiayai pajak rakyat. Karena itu kualitas harus dijaga. Bahkan chef kami datangkan dari professional,” katanya.
Pernyataan ini menegaskan dua komitmen utama kualitas layanan dan peningkatan kesejahteraan UMKM milik masyarakat sekitar SPPG, sesuai arahan BGN RI.
Relawan MBG bukanlah sukarelawan biasa, melainkan tenaga terlatih yang disiapkan secara profesional untuk mendukung operasional dapur bergizi.
Setiap personel dapur diwajibkan mengikuti pelatihan intensif serta mengantongi sertifikasi kompetensi, termasuk sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikat higiene dapur. Standar ini diterapkan guna menjamin pemahaman yang kuat terkait pengolahan makanan yang aman, sehat, dan sesuai ketentuan. Hingga April 2025, tercatat lebih dari 10.300 relawan di seluruh Indonesia telah mengikuti pelatihan serupa, menunjukkan keseriusan program MBG dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berstandar nasional.
Selain itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pemeriksaan bahan makanan (rapid test), honorarium, serta asuransi kecelakaan kerja menjadi bagian dari sistem kerja dapur MBG. Pendekatan ini memastikan bahwa kerja sosial tetap dijalankan secara profesional, aman, dan bermartabat.
Menurut Mitra SPPG Bagik Nyaka 3, program MBG juga membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Petani, nelayan, dan pelaku UMKM dilibatkan sebagai pemasok bahan baku. Bahkan, pengrajin roti lokal diberi peluang menjadi pemasok sepanjang kualitas dan harga sesuai dengan ketentuan anggaran BGN RI yaitu Rp 10 ribu per porsi besar dan Rp 8 ribu per porsi kecil.
“Bagi Bapak/Ibu yang memiliki produk berkualitas, dipersilakan untuk menyuplai ke dapur kami. Insyaallah, penyaluran akan dilakukan secara bergilir. Bapak/Ibu juga memiliki peluang untuk menjadi supplier, khususnya produk roti, dengan ketentuan kualitas terjamin serta sesuai dengan standar anggaran BGN, yaitu Rp10.000 untuk porsi besar dan Rp8.000 untuk porsi kecil, ungkap Mitra SPPG Bagik Nyaka 3 dengan sungguh-sungguh”, Tegasnya kmbali
Ust. Bambang memproyeksikan, jika 100 dapur MBG beroperasi optimal, program ini berpotensi menciptakan setidaknya hingga 5.000 lapangan kerja. Sebuah ilustrasi konkret bagaimana program MBG mampu menjadi motor penggerak ekonomi mikro.
Dukungan Lintas Sektor dan Pesan Kehati-Hatian
Perwakilan Pemerintah Kecamatan Aikmel melalui Kasi Kesra menyampaikan apresiasi atas transparansi rekrutmen terbuka ini, Kemudian Ibu Kasi berharap hasil seleksi, melahirkan relawan terbaik bagi wilayah tersebut. Dukungan juga datang dari unsur Polsek, Koramil, Camat, serta FKDM Lombok Timur sebagai wujud sinergi lintas sektor.
Lalu Bahram (FKDM Lotim) mengingatkan bahwa MBG telah berjalan di 102 dapur di Lombok Timur. Ia menekankan pentingnya disiplin kerja bagi relawan terpilih untuk mencegah kasus keracunan. Serta mengajak masyarakat yang belum lolos, agar tidak berkecil hati karena masih banyak peluang kerja alternatif. Kritik yang disampaikan secara santun dan melalui jalur yang tepat juga dinilai sebagai bagian dari kontrol kualitas publik.
Ketika Integritas Bertemu Peluang, Seleksi hampir seribu orang ini bukan semata soal angka, melainkan kisah tentang harapan, kompetensi, dan tanggung jawab. Di tengah tuntutan percepatan program, SPPG Bagik Nyaka Santri 3 memilih jalan kehati-hatian: seleksi terbuka, standar ketat, dan pemberdayaan masyarakat. Sebuah model lokal yang patut dicontoh.
Dari 1.000 pelamar hingga 47 orang terpilih, semangat transparansi dan mencari relawan berkualitas telah ditunjukkan oleh Mitra Bambang Cahyadi. Dengan pengawasan BGN RI, pelatihan berkelanjutan, keterlibatan komunitas seperti FKDM, serta transparansi Media, MBG di Bagik Nyaka berpotensi menjadi contoh nyata keberhasilan program nasional ini.
“Apabila nantinya hanya 47 orang yang diterima, kami tetap akan prioritaskan Anda bekerja di kafe/restoran yang direncanakan mulai beroperasi pada bulan Ramadan ini. Selain itu, kami juga memiliki unit usaha travel haji & umrah Fitour International, butik, pengolahan tahu–tempe, serta RPH higienis, khususnya untuk ayam,” tutup Mitra Bambang Cahyadi yang dikenal family man dan murah senyum ini.
Penulis : Frianka dwi utami
Editor : Frianka dwi utami
Sumber Berita: Www.Suaraselaparang.com









