SELMBALUN NTB – LOMBOK TIMUR || Suaraselaparang.com Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas jagung dan bawang putih. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerjanya di Sembalun, Lombok Timur, pada Senin (9/2/2026), Proyeksi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas komoditas tersebut, sehingga NTB dapat menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menekankan pentingnya hilirisasi melalui pembangunan pabrik pakan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Selain itu, Ia juga mendorong peningkatan etos kerja para petani dan penyuluh untuk meningkatkan produksi dan kualitas komoditas jagung dan bawang putih di NTB. Dengan upaya ini, diharapkan NTB dapat menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional yang tangguh dan berdaya saing.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah strategis pemerintah daerah NTB yang proaktif menjemput bola ke pusat.
Menurutnya, Kecepatan koordinasi adalah kunci agar daerah tidak tertinggal dalam peta pembangunan nasional. Arman berharap, Semangat ini dapat terus dipertahankan untuk mewujudkan NTB sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional yang unggul.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan pabrik pakan Day Old Chick (DOC) di NTB untuk memutus rantai distribusi yang selama ini bergantung pada daerah lain. Pabrik ini nantinya akan menyerap hingga 60% bahan baku jagung lokal dari wilayah Sumbawa dan sekitarnya.
“Insya Allah berdiri pabrik pakan DOC, anak ayam, dan vaksin. Ini akan menyerap jagung yang ada di Sulawesi Tenggara hingga Sumbawa. Kita ingin NTB bukan hanya produsen mentah, tapi pusat komoditas,” Ucap Mentan di hadapan para PPL dan pejabat daerah.
Beliau juga menyoroti potensi ekonomi yang luar biasa dari sektor unggas di NTB. “Omzet ayam satu tahun itu kurang lebih 600 ribu. Kalau industri ini berdiri, nilainya bisa mencapai empat kali lipat APBD NTB. Ini adalah lompatan besar,” tambah Amran, seraya menekankan bahwa pengembangan sektor unggas dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi NTB. Dengan potensi ini, NTB dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Sesuai arahan Presiden, target swasembada pangan yang awalnya dipatok selama empat tahun berhasil diakselerasi menjadi hanya satu tahun. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa capaian ini berkat regulasi yang tepat dan kerja keras di lapangan, sehingga target tersebut dapat diraih lebih cepat dari jadwal.
“Bapak Presiden mengucapkan terima kasih. Janji swasembada 4 tahun kepada rakyat Indonesia, Alhamdulillah tercapai dalam waktu 1 tahun. Stok pangan tertinggi selama merdeka, pendapatan petani naik, dan harga pupuk turun 20%,” tegasnya.
Di sela-sela arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan motivasi keras terkait mentalitas bekerja. Ia mengkritik kebiasaan mengeluh dan mentalitas proposal yang hanya berharap bantuan tanpa aksi nyata. Amran mendefinisikan ulang istilah “orang gila” dalam konteks produktivitas, yaitu mereka yang tidak mau menerima keadaan dan terus berjuang untuk mencapai tujuan.
“Yang dikatakan orang gila zaman now adalah orang yang kerjanya biasa-biasa saja, tidak pernah berubah, tapi mengharapkan rezeki yang lebih besar. Itu tidak mungkin. Orang waras adalah dia yang kerjanya lebih baik dari hari kemarin dan pantang meminta kecuali pada Tuhan,” tegas Mentan.
Beliau juga mengutip pesan spiritual untuk mendorong perubahan nasib bangsa. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau bukan mereka sendiri yang mengubahnya. Jangan hanya bermimpi, rakyat, Gubernur, dan Bupati harus bergerak bersama-sama,” kata Amran kembali menegaskan.
Menutup arahannya, Menteri Pertanian Amran menginstruksikan pembentukan Satgas Bawang Putih untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani dari permainan tengkulak. Ia memastikan pemerintah akan menetapkan harga pembelian yang menguntungkan petani sebelum masa produksi tiba, sehingga petani dapat menikmati hasil jerih payahnya.
“Jangan sampai ada petani yang dirugikan. Kami akan tetapkan harga pembelian pemerintah. Saya minta Satgas dan aparat setempat menjaga ini agar petani kita bahagia dan produktif,” pungkasnya.

