MATARAM NTB – LOMBOK TIMUR || Suaraselaparang.com Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Universias Islam Negeri Mataram (UIN Ma) menyelenggarakan ujian terbuka disertasi atas nama M Zuhri, Disertasi yang diuji berjudul “Pendidikan Karakter Persfektif Nahdlatul Wathan: Analisis Konsep, Implimentasi dan Strategi Penguatan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur.” Pada selasa (3/2/2026).
Di antara Sembilan penguji, salah satunya adalah Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Lombok Timur, Dr. TGKH LG Muhammad Zanuddin Atsani, M.Pd.I.
Ujian terbuka tersebut berlangsung di Auditorium UIN Mataram, dengan dihadiri dewan penguji yang terdiri atas Ketua Penguji, Prof. Dr. H Masnun, M.Ag, Prof. Dr. H Subhan Abdullah Achim MA, sebagai Sekretaris Sidang, Prof. Madya Dr. Marzdelah binti Makhsin, sebagai penguji utama 1 dari Malaysia. Dr. TGKH LG Muhammad Zanuddin Atsani, M.Pd.I, Prof. Dr. Ahmad Sulhan, M.Pd., Prof. Dr. Mukhlis, M.Ag, Prof. Dr. H Fahrurrazi, MA, Dr. H Akmad Muhasim, Prof Dr. H Akhyar, M.Pd.
Dalam pemaparan di hadapan para penguji, M Zuhri, menjelaskan urgensi penelitiannya yang berfokus pada pendidikan karakter yang menjadi pondasi utama dalam sistem pendidikan pesantren di Indonesia, sehingga pendidikan karkater menjadi fundamental dalam dunia pendidikan pesantren.
“Pada dasarnya, Nahdlatul Wathan memiliki strategi unik dalam menanamkan pendidikan karakter santri, khususnya santri Nahdlatul Wathan,”jelasnya.
Zuhri menguraikan hasil temuan risetnya, di mana ada beberapa komponen landasan filosofis pendidikan karakter di Nahdlatul Wathan, yaitu spirit ‘samikn wa atokna’ sebagai etos kepatuhan beradab, nilai perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Madjid. Kemudian kitab turast (kitab kuning) sebagai pedoman adab dan akhlaq, tradisi pesantren sebagai tradisi pendidikan karakter, peran lingkungan pesantren dan nilai-nilai kunci pendidikan karakter NW.
“Dalam implikasinya, pendidikan karakter di NW mengintegrasikan spiritual, sosial dan intelektual dalam teori holistik pesantren, penguatan karakter berbasis tradisi keagamaan, adaptasi kurikulum kultural dan digital di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Dan efektif modern tanpa menghilangkan akal tradisi Islam,”urainya.
Adapun temuan baru atau novelty dalam penelitian ini, kata Zuhri, dia nataranya, konstruksi holistik khas NW yang berbeda dari pesantren lainnya.
Kemudian tradisi khas NW sebagai instrumen karakter mengintegrasikan spesifik tradisi NW yaitu membaca Hizib Nahdlatul Wathan, membaca al Barzanji ala Nahdlatul Wathan, menyanyikan lagu-lagu perjuangan Nahdlatul Wathan, membaca Tariqat Nahdlatul Wathan, spirit samikna watatokna, sebagai medium internalisasi karakter secara sistematis.
“Dalam konteks strategi penguatan karakter kurikulum kultural, kelembagaan, teknologi, evaluasi berkelanjutan yang kontekstual untuk NW dalam menghadapi dinamika globalisasi melampaui analisis deskriftif analitis penelitian terdahulu,”pungkasnya.
Dari pemaparan Promovendus, para penguji khususnya penguji dari Malaysia Prof. Madya Dr. Marzdelah binti Makhsin, memberikan saran dan masukan terkait kombinasi konsep dan pemikiran Imam Gozali supaya dimasukan teori Ibnu Khodum tentang pembelajaran sosial.
“Bagaimanakah pemikiran Islam ini manakala digabungkan dengan paradigma pemikiran karakter TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Madjid, dalam Nahdlatul Wathan sebagai suatu usaha membina peradaban tauhid, adab dan tanggungjawab sosial,” tambahnya kembali.
Sementara, Penguji Utama II, DR TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, memberikan saran tentang harus jelas perumusan konsep baru karakter berbasis adab dan sanad itu perlu ada bukan hanya kepatutan spiritual yang samikna wa atokna, berhizib dan berzanji, juga adab dan sanad juga penting.
“Sementara Pendiri Nahdlatul Wathan TGKH Muhammad Zainuddin Abadul Madjid, sejak berdirinya Mahad Darul Quran wal Hadits al Majidiyah as-Syafiiyah Nahdlatul Wathan, beliau menggunakan kitab Taklim Mutaklim,” ujarnya.
“Seandainya itu (taklim mutaklim) masukan dalam penelitian Promovendus, maka akan sangat luar biasa dan semakin kaya hasil risetnya, karena kitab itu masih digunakan sampai sekarang dalam mengajarkan konsep adab kepada santri NW,” pungkas Rektor IAIH NW Lotim.
Penulis : Frianka dwi utami
Sumber Berita: https://Www.Suaraselaparang.com









