Lombok Timur – Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor Lombok Timur berhasil menggaet Mahasiswa/i dari Negara Thailand. Hal itu dibuktikan dengan penyerahan Mahasiswa baru yang berasal dari Thailand pada hari ini, 11 November 2023 bertempat di aula kampus IAI Hamzanwadi Pancor.
“Alhamdulillah saat ini kita kedatangan mahasiswa baru dari thailand dan mereka akan belajar selama empat tahun disini bersama dengan mahasiswa lainnya di kampus IAI Hamzanwadi Pancor,” kata Wakil Rektor I IAIH Pancor, Heri Hadi Saputra, M.Pd saat sambutan penyerahan mahasiswa dari Thailand.
Mahasiswa dari Thailand tersebut yakni Ismaail Awae dan Nur-Iman Yusoh yang akan nempuh bangku perkuliahan di IAI Hamzanwadi Pancor. Adapun penyerahan Mahasiswa kali ini sekaligus dibarengi dengan kegiatan Seminar Internasional dengan tema “Islamic higher education in southeast asia: challenges and opportunities in 5.0 society era”.
Lebih lajut, Heri menjelaskan, dengan adanya Mahasiswa dari Thailand yang saat ini akan belajar di kampus IAI Hamzanwadi maka diharapkan menjadi penerus perjuangan dari pendiri kampus IAIH Pancor yaitu TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
“Semoga mahasiswa kita yang dari thailand ini nantinya bisa menjadi anjum-anjum NWDI di negara thailand,” sebutnya.
Dia juga berharap supaya seluruh Mahasiswa yang saat ini masih menuntut ilmu di IAIH Pancor agar mempunyai prestasi akademik yang baik, dan juga mempunyai relasi yang luas.
“Kami berharap mahasiswa kita dari thailand ini bisa merangkap di ma’had juga, supaya nanti ketika pulang bisa memahami betul konsep perjuangan yang dilakukan oleh Maulanasyaikh,” pungkasnya.
Disisi lain, Wakil Rektor III IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.M.Pd menerangkan dengan adanya Mahasiswa dari Thailand ini, maka menjadi momentum mencetak kader-kader NWDI di luar negeri.
“Mudah-mudahan mahasiswa kita yang dari thailand saat ini bisa menjadi rujukan yang baik dan positif di thailand,” tandasnya.
Menurutnya, dengan adanya kedua mahasiswa dari Thailand ini juga akan secara otomatis meluaskan jaringan kerjasama dengan kampus-kampus di luar negeri.
“Kampus IAI Hamzanwadi Pancor ini paling besar dan tertua di NTB, mudah-mudahan hari ini dengan adanya penyerahan mahasiswa baru dari thailand sekaligus seminar nasional bisa menjadi momentum memperluas IAIH Pancor dengan banyak sumber keilmuan di muka bumi ini,” jelas Warek III.
Sementara itu, narasumber seminar dari Fatoni University Thailand Asst. Prof. Dr. Phaosan Jehwae dalam pemaparannya, terdapat lebih dari 800 pondok pesantren atau sekolah pondok yang ada di Thailand dan rata-rata memiliki rating yang buruk terhadap perkembangan pembelajaran.
“Maka dari itu kami sangat bangga bisa menyerahkan mahasiswa kami dari tahiland ini untuk kemudian mengenyam pendidikan di pancor, khususnya di kampus milik syaikh zainuddin ini,” terangnya.
Dia juga mengakui ketokohan dari pendiri NWDI TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang merupakan tokoh pahlawan nasional yang harus diterapkan konsep-konsep berfikiran dan berjuangnya.
Dalam kesempatan itu, Dia juga memberi masukan kepada sistem pendidikan yang diterapkan di Kerajaan Thailand. “Kadang saya kritik habis-habisan, karena kebanyakan mereka hanya mementingkan uang saja ketimbang membangun sistem beradaban pendidikan yang baik di sekolah pondok,” tegasnya
Bahkan saat ini, menurutnya sekolah negeri di Kerajaan Thai sudah mulai ditinggalkan oleh murid-murid, sebab sistem yang digunakan masih tertinggal oleh zaman.
“Bahkan ada beberapa sekolah negeri atau kerajaan itu tidak ada muridnya, kebanyakan mereka ke sekolah pondok karena di sekolah pondok bisa mempelajari dua bahasa yakni bahasa thai dan bahasa melayu,” paparnya. (gok)

