Harga Cabai di Lombok Timur Melonjak, Champions Cabai Indonesia: Kenaikan Capai Rp 75 Ribu per Kilo

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Timur, suaraselaparang.com – Harga sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai, kembali mengalami kenaikan signifikan di Lombok Timur. 

Champions Cabai Indonesia Kabupaten Lombok Timur, H. Subhan, mengungkapkan bahwa “harga cabai rawit merah di tingkat petani saat ini menembus Rp 65 ribu per kilogram, sementara harga di pasar mencapai Rp 75 ribu per kilogram,pada minggu ( 7/12/25 ).

Subhan menjelaskan, harga cabai besar juga ikut naik, yakni Rp 35 ribu per kilogram di tingkat petani dan Rp 40 ribu per kilogram di pasar. 

Sementara itu, cabai keriting dihargai Rp 40 ribu per kilogram di petani dan Rp 45 ribu per kilogram di pasar. Komoditas lainnya seperti tomat juga mengalami kenaikan, dengan harga Rp 8.000–9.000 di tingkat petani dan  Rp 10 ribu di pasar.

Baca Juga :  Kunjungi Taman Bunga Benteng Van Flower, DLHK Provinsi NTB Berikan Apresiasi.

Menurutnya, kenaikan harga ini dipengaruhi beberapa faktor, termasuk banjir di wilayah Sumatra  yang menyebabkan banyak tanaman cabai terendam air. Kondisi cuaca di Lombok Timur yang kurang mendukung juga menjadi penyebab produksi menurun.

“Dampak kenaikan harga ini cukup terasa. Namun harga saat ini masih tergolong wajar. Kalau harga tembus lebih dari Rp 100 ribu per kilo, barulah kita patut khawatir terhadap potensi inflasi di Lombok Timur,” ujar Subhan.

Baca Juga :  Baznas Lotim Launching Program "DOMPET YATIM BAZNAS".

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait langkah stabilisasi harga. “Kita menunggu arahan dari pusat, terutama dari Dirjen Hortikultura. Kita juga menunggu arahan dari Bupati Lombok Timur,” katanya.

Lombok Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan penanganan inflasi terbaik di Indonesia. Pemerintah daerah bersama para pelaku sektor pertanian diharapkan dapat segera melakukan langkah koordinatif untuk menekan potensi lonjakan harga lebih lanjut.

Berita Terkait

Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025
Ditpolairud Polda NTB Berikan Pelayanan Cepat Evakuasi Warga Terpeleset di Gili Trawangan
Singgah di Pulau Maringkik, 6 Orang Imigran Gelap Ditangkap Polisi dan diserahkan ke Imigrasi
Aliansi Masyarakat Desa Peduli Selagik, Dalam Rangka Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Desa Selagik
Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkoba, Kalapas Selong Tingkatkan Koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda NTB
Perkuat Sinergi, Kalapas Selong Silaturahmi dengan Kadis Pertanian Lombok Timur
Ditpolairud Polda NTB Gelar Analisa dan Evaluasi Kinerja Bersama Kasat Polairud Polres Jajaran dan Komandan Kapal Polisi.
Kapolda NTB Temui Kajati NTB, Bahas Penguatan Penanganan Perkara
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:52 WIB

Inspektorat NTB Audit Ratusan Paket Proyek Pokir DPRD Di Dinas Pertanian Karena Belum Tuntas Hingga Akhir 2025

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:36 WIB

Ditpolairud Polda NTB Berikan Pelayanan Cepat Evakuasi Warga Terpeleset di Gili Trawangan

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:33 WIB

Singgah di Pulau Maringkik, 6 Orang Imigran Gelap Ditangkap Polisi dan diserahkan ke Imigrasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:55 WIB

Aliansi Masyarakat Desa Peduli Selagik, Dalam Rangka Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah Desa Selagik

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:25 WIB

Perkuat Sinergi, Kalapas Selong Silaturahmi dengan Kadis Pertanian Lombok Timur

Berita Terbaru